Berkebun di mana saja

Minggu, 13 Desember 2020

media tanam cocogrow hidroponik | Shopee Indonesia



media tanam cocogrow hidroponik | Shopee Indonesia

Cocogrow adalah media tanam yang dibuat menggunakan sabut kelapa dimana masih terdapat terdapat serbuk serbuk cocopeat yang menempel pada serat-seratnya. Cocogrow dapat dijadikan media alternatif pengganti rockwool. Kelebihan dari cocogrow dari rockwool sendiri antara lain murah, langsung pakai tanpa kita harus memotong, ramah lingkunganserta reuseable. Cocogrow didesain untuk memudahkan akar mejadi bercabang dan berserabut banyak dengan meningkatkan proses air prunning pada akar, yaitu memberikan pasokan oksigen melalui rongga-rongga media tanam. Dengan menggunakan cocogrow, dihasilkan akar tanaman yang bercabang dan berserabut banyak. isi : 100pcs Jual media tanam cocogrow hidroponik
Share:

Jual Rockwool Ekonomis [DISKON 15%] - Kab. Cilacap - Hidroponik Store | Tokopedia


Jual Rockwool Ekonomis [DISKON 15%] - Kab. Cilacap - Hidroponik Store | Tokopedia: Jual Rockwool Ekonomis [DISKON 15%] dengan harga Rp17.000 dari toko online Hidroponik Store, Kab. Cilacap. Cari produk Media Tanam lainnya di Tokopedia. Jual beli online aman dan nyaman hanya di Tokopedia.

Deskripsi Rockwool Ekonomis [DISKON 15%]

Rockwool merupakan salah satu media tanam yang banyak digunakan oleh para petani hidroponik. Media tanam ini mempunyai kelebihan dibandingkan dengan media lainnya terutama dalam hal perbandingan komposisi air dan udara yang dapat disimpan oleh media tanam ini.

Rockwool terbuat dari bebatuan, umumnya kombinasi dari batuan basalt, batu kapur, dan batu bara[2]:16, yang dipanaskan mencapai suhu 1.600 derajat Celcius sehingga meleleh menjadi seperti lava, dalam keadaan mencair ini, batuan tersebut disentrifugal membentuk serat-serat. Setelah dingin, kumpulan serat ini dipotong dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.
Roockwool digunakan sebagai media tanam hidroponik yang mampu menyerap banyak pupuk cair sekaligus udara yang membantu pertumbuhan akar dalam penyerapan unsur hara, mulai dari tahap persemaian sampai pada fase produksi.

Ukuran: 20 cm x 15 cm x 7,5 cm

Keuntungan
Bersih dan terlihat rapi
Ramah lingkungan
Tidak mengandung patogen penyebab penyakit
Mampu menampung air hingga 14 kali kapasitas tampung tanah
Dapat meminimalkan penggunaan disinfektan
Dapat mengoptimalkan peran pupuk
Daya serap air yang tinggi sehingga penggunaan air lebih efisien
Tidak mengandung bakteri yang berbahaya bagi tanaman
Penggunaan pupuk/nutrisi lebih sedikit
Kadar airnya dapat terkontrol dengan mudah
Spesifikasi
Arah serat horizontal
Bulk Densiti 45kg/m3
Volume pori 98%


Share:

Senin, 14 September 2020

Rumput hidroponik bisa menjadi jawaban atas krisis pakan ternak di Kurigram Bangladesh

Sedikitnya dua puluh perempuan dari Sadar Kurigram, Ulipur, Chilmari dan Rajarhat upazilas telah menggunakan metode hidroponik untuk menanam rumput selama sebulan terakhir. Banyak petani juga berkerumun untuk melihat cara menanam rumput tanpa tanah atau lahan ini.

Para ahli berharap ini bisa menjadi solusi untuk krisis pakan ternak yang berkembang di kabupaten ini dan pilihan bagi petani tak bertanah yang tertarik membudidayakan rumput dengan cara ini. 


Dengan metode hidroponik, seorang petani dapat menghasilkan satu kg rumput dengan hanya mengeluarkan Tk 4,5 hingga Tk 5, kata Nahid Hossain, Managing Partner dan CEO Bangladesh Hydroponic.

Rumput yang diproduksi dengan cara ini tidak hanya bergizi tetapi sapi yang diberi makan dengan cara ini juga menghasilkan susu 12 hingga 15 persen lebih banyak, katanya.

“Enam hingga tujuh kg rumput dihasilkan dari setiap kg jagung dalam waktu sekitar delapan hari menggunakan empat rak vertikal di ruang kecil. Dua hari pertama, piring disemprot dengan semprotan air dan enam hari sisanya diberi vitamin Plant Nutrient. -A dan Plant Nutrient-B spray, ”lanjut Nahid.

Sebotol nutrisi tanaman 500ml yang dicampur dengan tiga puluh liter air dapat digunakan selama 24 hingga 30 hari, kata Nahid.

Dr Abdul Hai Sarkar, Petugas Peternakan Distrik di Kurigram mengatakan kepada The Daily Star bahwa pemeliharaan ternak telah meningkat di distrik tersebut tetapi padang rumput telah berkurang. Tidak mungkin mengatasi krisis pakan ternak tanpa menghasilkan rumput dengan metode hidroponik, katanya.

Biaya produksi rumput dengan cara ini lebih murah daripada biaya pembelian pakan ternak dari pasar, katanya.

Anowara Begum, istri dari petani yang terkena banjir Rajob Ali dari desa Chakchakarpar di Ulipur upazila, mengatakan bahwa dia menerima pelatihan tiga hari tentang budidaya rumput hidroponik dan sekarang menanam rumput di rumahnya. Dia memasang empat rak dengan membuat loteng berukuran 3 kali 6 kaki.

"Saya taruh benih jagung di nampan plastik dan biarkan selama dua hari dan setelah delapan hari, rumput sudah tumbuh," katanya.

Azina Begum, istri seorang petani lain yang terkena banjir dari desa Sarkerpara di upazila yang sama, mengatakan pada awalnya, dia tidak percaya bahwa rumput dapat tumbuh tanpa tanah. "Dan sekarang orang-orang dari desa datang untuk melihat saya menanam rumput dengan cara ini. Banyak juga yang mempelajari metode ini," katanya.

Kedua sapinya kini mendapatkan pakannya dari rumput yang ditanam oleh Azina sendiri.

Rahila Khatun, seorang janda, dari desa Saberkuti di Sadar Upazila Kurigram, mengatakan dia sekarang mendapatkan lima kg rumput per kg benih tetapi dia berharap bisa mendapatkan enam sampai tujuh kg nanti.

“Saat ini, saya memberi makan rumput hasil produksi dengan cara mencampurkannya dengan pakan lain untuk sapi saya,” katanya.

Proyek ini dilaksanakan oleh sebuah organisasi non-pemerintah - Organisasi Pembangunan Sosial Lingkungan (ESDO) - dengan dukungan keuangan dari UNDP dan bantuan teknis dari Bangladesh Hidroponik.

Ahmadul Kabir Akon, koordinator regional proyek SWAPNO UNDP, mengatakan kepada The Daily Star bahwa ini sedang diujicobakan saat ini dan 20 petani perempuan terlatih berpartisipasi dalam pekerjaan eksperimental ini.

Arun Kumar Adhikari, koordinator proyek SWAPNO di Kurigram, mengatakan kepada The Daily Star bahwa mereka secara rutin bertemu dengan petani untuk mempelajari hasil budidaya rumput hidroponik mereka.


Artikel aslinya diterbitkan di The Daily star

Share:

Kamis, 05 Desember 2019

Kapan Saya Harus Mengosongkan dan Mengganti Larutan Nutrisi dalam Tandon Hidroponik?


Ya, pertanyaan ini sering muncul saat mulai berkebun hidroponik. Menanam secara hidroponik memang diperlukan kebersihan air nutrisi yang baik.

Jika anda pernah berhasil pada saat panen pertama, namun saat panen berikutnya hasil panen lebih buruk, mungkin ini terjadi karena anda tidak mengganti dan membersihkan tandon secara teratur.

Mungkin anda pernah menanam selada namun rasanya pahit, salah faktor penyebabnya adalah kurang rutin mengganti dan menguras tandon.

Reservoir/ Tandon harus dikosongkan dan larutan nutrisi diganti setidaknya setiap 5-7 hari. Orang-orang sering menggunakan alat ukur EC / TDS mereka untuk mengukur tingkat nutrisi dan menambah larutan nutrisi mereka ketika kadarnya rendah. EC / TDS meter hanya mengukur kadar garam keseluruhan, bukan kadar nutrisi spesifik.

Ini berarti nutrisi yang tidak sepenuhnya digunakan oleh tanaman Anda akan mulai menumpuk ke tingkat yang berpotensi beracun. Mengosongkan reservoir Anda dan mengganti larutan nutrisi Anda dengan pupuk berkualitas adalah satu-satunya cara untuk memastikan tingkat nutrisi secara konsisten dalam kisaran ideal untuk pertumbuhan tanaman.

Nah! Untuk itu anda harus mempunyai jadwal rutin untuk menguras dan mengganti larutan nutrisi secara teratur setiap pekan.
Share:

Senin, 04 Juni 2018

Serabut kelapa untuk media tanam.

Serabut kelapa adalah bahan yang sangat unik dan tersedia sangat melimpah di sekitar kita. Serabut kelapa mempunyai tekstur serat serat kasar dan juga cocopeat atau serbuk dari serabut kelapa yang mempunyai sifat menyerap air karena dia memiliki banyak rongga rongga. Serabut kelapa biasanya digunakan untuk media pembakaran, kerajinan tangan, dan bisa juga digunakan sebagai media tanam.

Media tanam dari serabut kelapa memiliki banyak keuntungan, itu mudah menyerap air dan menyimpan air, terdapat banyak rongga udara di dalam serabut kelapa yang akan membuat akar tanaman menjadi bercabang-cabang dan berserabut banyak. Sifat serat kelapa seperti inilah yang sangat bagus digunakan sebagai media tanam.

Media tanam dari serabut kelapa sudah digunakan sejak zaman Indian kuno untuk menanam sayuran mereka dan diapungkan di atas sungai. Dari sejarah Indian kuno tersebut maka perkebunan kami mulai mengadopsi menggunakan serabut kelapa sebagai media tanam.

Di kebun kami serabut kelapa diujicobakan kepada tanaman dan beberapa jenis sayuran dengan sistem hidroponik ataupun di dalam polybag. Ternyata semai menggunakan media tanam serabut kelapa menghasilkan tanaman atau sayuran remaja yang kuat dan sehat serta mempunyai sistem perakaran yang lebat dan berstatus banyak.

Media tanam dari serabut kelapa bisa langsung dimasuki biji atau benih tanaman lalu disiram dengan air. Setelah beberapa hari benih akan pecah dan tumbuh menjadi tanaman muda. Nutrisi diberikan secara terus menerus setiap hari dengan konsentrasi yang cukup untuk masing-masing tanaman. Setelah 10 hari dihasilkan tanaman remaja yang sehat segar dan berserabut banyak.

Share:

Rabu, 14 Desember 2016

Gejala Kekurangan Nutrisi pada Tanaman Hidroponik

Kualitas tumbuh dan kembang tanaman sangat ditentukan oleh asupan nutrisi yang dibutuhkan. Bila tanaman kekurangan unsur hara, maka tanaman akan mudah layu lalu mati. gejala kekurangan nutrisi yang paling awal bisa dideteksi dengan melihat kondisi daun.

Cara ini secara langsung bisa diketahui bila tanaman tersebut sedang kekurangan nutrisi. Secara umum gejala kekurangan nutrisi pada tanaman bisa dibedakan kedalam lima tipe atau definisi unsur hara. Berikut penjelasan detailnya.

1.    Klorosis. Ini adalah keadaan yang sering terjadi pada bagian daun dimana jaringan didalamnya mengalami kerusakan atau gagal membentuk klorofil. Warna daun yang nampak pada kondisi ini yaitu berwarna kuning hingga putih pucat yang menyeluruh hampir kesebagian atau seluruh bagian daun.

2.    Nekrosis. Tipe kerusakan tanaman yang disebabkan oleh kerusakan sel di bagian daun. Biasanya kerusakan muncul di bagian tepi daun atau ujung daun.

3.    Akumulasi antosianin. Kerusakan yang timbul di hampir semua bagian daun dan batang tanamana. Gejalanya ditandai dengan timbulnya warna biru, merah hingga ungu. Gejala ini bisa muncul selama tanaman mengalami fase pertumbuhan.

4.    Stunting. Ini adalah proses pertumbuhan tanaman yang mengalami kerdil ditandai dengan warna biru normal atau tua hingga kuning.

5.    Kurang pertumbuhan baru atau tanaman tidak dapat mengalami pertumbuhan baru. Hasilnya, masalah ini akan mengakibatkan bagian tanaman seperti tunas, daun, dan ujung akan mati.


Ciri dan contoh gejala kekurangan nutrisi yang umum dialami tanaman.

1.    Gejala kekurangan nutrisi Nitrogen (N)
Bagian bawah daun biasanya berwarna kuning sebab kekurangan zat klorofil pembentuk zat hijau daun. Kondisi ini akan mengakibatkan daun mudah kering dan gugur. Bagian tulang daun terlihat pucat.

2.    Gejala kekurangan nutrisi Fosfor (P) akan nampak berwarna merah keunguan di bagian bawah tulang daun, tepi daun, daun trpelintir dan batang juga berwarna ungu.

3.    Gejala kekurangan nutrisi Kalium (K) cirinya ditandai dengan mengerutnya bagian daun tua namun tidak rata. Bagian tepinya akan menguning dan ada bercak coklat.

4.    Ciri Daun kekurangan nutrisi Sulfur (S) yaitu daun berwarna agak kekuningan atau hijau pudar. Pertumbuhan tanaman akan melambat, menjadi kerdil dan kurus.

5.    Kekurangan nutrisi Kalsium (Ca) gejalanya yaitu tanaman akan mati di bagian titik tumbuh di pucuk dan akar, bagian kuncup bunga dan buah akan mudah gugur. Terkadang warna buah tidak akan rata atau retak-retak. Daun mudah mengerut, keriting dan kecil lalu rontok.

6.    Kekurangan nutrisi Magnesium (Fe) tanaman akan timbul bercak kuning di permukaan daun tua. Daun akan terlihat layu dan mudah terserang penyakit.

Demikian gejala kekurangan nutrisi yang paling sering dialami oleh tanaman. Tanaman sangat membutuhkan unsur hara atau nutrisi yang cukup dan seimbang supaya dapat tumbuh serta berkembang dengan baik, menghasilkan tanaman atau buah yang berkualitas.


Nah...untuk mengikuti video terbaru kami, silahkan subscribe channel ini yaa.
Baca Juga : Cara Menanam Hidroponik, dari Pembibitan sampai Panen

Share:

Senin, 05 Desember 2016

Step by Step Membuat Irigasi Tetes dari Botol Bekas




Hidroponik merupakan sistem menanam, dimana kita dapat mengatur nutrisi ke akar. Selain itu hidroponik juga dikenal dengan menanam tanpa tanah.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang irigasi tetes. Untuk menanam sayuran dalam jumlah banyak, seringkali petani hidroponik menggunakan alat seperti pompa, pipa primer, pipa sekunder, timer, dan stick drip.

Sistem hidroponik irigasi tetes dengan alat yang lengkap memang memudahkan, namun untuk pemula dan pehobi yang menanam dalam jumlah kecil, apa ada alternatif lain yang murah?

Tentu saja ada dong! Irigasi tetes untuk skala kecil saja, anda bisa menggunakan botol bekas. Silahkan lihat gambar berikut!




Botol disini berfungsi sebagai penampung air nutrisi. Pada ujung bawah botol, dilubangi kecil untuk jalan keluarnya nutrisi secara perlahan.

Nah! Dengan demikian nutrisi diberikan langsung ke akar secara perlahan. Namun, anda masih harus rajin mengisi ulang botol irigasi tetes jika habis. Anda bisa mengisi setiap pagi, siang, dan sore.

Langkah-langkah membuat irigasi tetes dengan botol adalah sbb:


1. Siapkan media tanam dalam polybag yang sudah ditanami sayuran.
2. Siapkan botol plastik besar berukuran 1,5 Liter, dan lubangi bagian bawahnya.
3. Pada ujung tutup botol, berilah beberapa lubang kecil.
4. Tanam botol dengan posisi terbalik dekat (sebelah) tanaman sayur tadi.
5. Isilah botol dengan air nutrisi yang encer saja, 3 kali sehari.

Nah! Demikian sobat hidrafarm, cara membuat sistem irigasi tetes sederhana. Sistem ini hanya direkomendasikan untuk skala coba-coba dan skala kecil saja. Jika anda menanam lebih dari 50 tanaman, tentunya cara ini menguras tenaga.
Share:

Kamis, 24 November 2016

Bagaimana Membuat Sayuran Hidroponik Nyaman Seperti Tumbuh di Tanah?


Ketika anda memutuskan untuk mengganti tanah dengan hidroponik saat menanam sayuran, anda pun dituntut untuk mampu memberikan kenyamanan sayuran anda senyaman saat ditanam di tanah.

Iya jelas dong! Masa sih kita akan menanam sayur dengan hidroponik, tapi malah sayuran tidak bisa mendapatkan fasilitas senyaman di tanah. Oke lah, memang di tanah banyak sekali hama yang bisa merusak daun, namun tanah juga memberikan kenyamanan sayuran untuk tumbuh.

Untuk itu, anda juga harus tahu fasilitas yang diberikan oleh tanah dalam memberikan kenyamanan sayuran untuk tumbuh subur dan bahagia.

Tanah itu mampu memberikan 4 hal penting yang dibutuhkan tanaman: (1) tanah mampu mensuplai air, (2) tanah memberikan nutrisi penting dalam pertumbuhan, (3) mensuplai oksigen, (4) dan tempat penopang akar.

Dan perlu kita ketahui juga, bahwa di dalam tanah terdapat 4 komponen mineral utama, yaitu : mineral (senyawa anorganik), senyawa organik, air, dan udara. Sebagai contoh, kandungan tanah lempung dalam kondisi optimal adalah 25% air, 25% ruang udara, 45% bahan-bahan mineral anorganik, dan 5% bahan organik.

Bahan mineral anorganik dalam tanah itu berasal dari fragmen batuan kecil, sedangkan bahan organik dalam tanah berasal dari benda hidup yang telah membusuk.

Bahan organik dalam tanah terdiri dari sisa-sisa pembusukan makhluk hidup, baik dari tanaman atau binatang. Dan yang kedua adalah humus. Humus ini berasal dari penguraian sisa-sisa makhluk hidup oleh mikrorganisme dalam tanah.

Air tanah terperangkap di dalam pori-pori tanah bersama garam mineral anorganik, dalam bentuk larutan garam. Larutan garam mineral inilah yang sering kita sebut sebagai nutrisi tanaman untuk pertumbuhan tanaman.

Di dalam pori-pori tanah juga terdapat udara, yaitu karbondioksida dan oksigen. Oksigen dan karbondioksida sangat penting untuk akar tanaman.

Nah, bagaimana sahabat hidrafarm? Jika anda ingin menanam sayuran dengan hidroponik, anda tentunya harus mampu menyiapkan sistem yang bisa mensuplai air, nutrisi, udara, dan menyangga perakaran tanaman, seperti yang diberikan tanah.

Seperti tanah, sistem hidroponik anda harus mampu memberikan air nutrisi yang sejuk. Tanah juga pendingin akar yang baik, ketika di permukaan tanah panas, tanah melindungi akar dengan sejuk. Bagaimana sistem hidroponik anda? Apakah sudah mampu melindungi perakaran panasnya sengatan matahari?

Selain itu, anda juga harus memberikan nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Dalam hidroponik, pemberian nutrisi bisa dilakukan dengan mudah, dengan melarutkan nutrisi ke dalam sistem pengairan hidroponik.

Bagaimana dengan kandungan udara dalam perakaran tanaman hidroponik anda? Apakah sudah mampu memberikan suplai oksigen dan karbondioksida dengan baik? Jangan sampai anda memutuskan untuk menanam tanpa tanah, tapi tidak bisa memberikan udara yang baik bagi akar tanaman anda. Hal ini menjadikan tanaman anda tidak tumbuh sempurna.

Nah, demikian sahabat hidrafarm. Mari kita perlakukan tanaman kita dengan ekslusif, hati-hati, dan penuh perhatian. Kelak, mereka akan memberikan manfaat yang baik untuk kita. Sukses berhidroponik yaaa...


Share:

Jumat, 18 November 2016

Fisiologi Tanaman yang Wajib Diketahui dalam Berhidroponik

Ya...tentu saja, jika anda mengetahui struktur tanaman dan bagaimana reaksi biokimia di dalam tanaman, anda bisa mengatur dan menyesuaikan metode menanam sayuran dengan benar untuk menghasilkan panen yang maksimal.

Untuk mengetahui bagaimana tanaman dapat tumbuh dengan baik, anda wajib mengetahui 3 proses utama dalam tanaman: fotosintesis, transpirasi, dan transportasi nutrisi dari akar ke atas.

Setiap jenis tanaman mempunyai proses yang berbeda-beda, dan anda harus mampu apa yang dibutuhkan masing-masing tanaman. Dan perlu anda ketahui dan diingat dengan baik, bahwa 80% tanaman terdiri dari air. Air mengalir ke setiap sel tanaman dengan proses yang disebut difusi dan osmosis.

Pergerakan air dalam tanaman adalah hal yang paling penting dalampertumbuhan, tentu saja anda tidak boleh lengah dalam mengawasi ketersediaan air dalam tandon untuk irigasi hidroponik anda.

Pertama, Fotosintesis.
 
Daun bisa diibaratkan mesin dari sebuah tanaman. Dia bisa mengolah bahan baku mentah berupa air, karbondioksida, dan cahaya matahari menjadi energi untuk tanaman dan gula (glukosa). Selanjutnya gula ini akan disebarkan ke seluruh bagian pada tumbuhan.

Daun dalam mengolah bahan baku tersebut, melewati 3 tahap berikut:

Mengumpulkan cahaya - Pigmen Klorofil dalam daun mengumpulkan cahaya.

Reaksi terang - efek dari klorofil yang menangkap cahaya menyebabkan aliran elektron memecah molekul air menjadi ion hidrogen dan oksigen.

Pembentukan gula - ion hidrogen digunakan untuk mereduksi karbondioksida menjadi gula.

Berikutnya, Transpirasi.
 
Transpirasi merupakan proses penguapan molekul air dan karbondioksida. Penguapan ini terjadi melalui lubang yang sangat kecil pada daun, yaitu stomata. Ketika air menguap melalui stomata daun, tentunya akan terjadi kekosongan air.

Kekosongan air pada daun membuat tumbuhan menarik molekul air dari akar tanaman diteruskan jaringan xylem menuju atas. Jadi semakin besar peguapan air pada daun, menyebabkan besar pula penyerapan air dari akar.

Kita sering melihat sayuran yang layu pada siang hari, itu akibat dari penyerapan air oleh akar yang terhambat, dan tak mampu mengimbangi jumlah air yang menguap.

Yang ketiga, Penyerapan Nutrisi.
 
Setiap tumbuhan memerlukan mineral yang biasa kita sebut nutrisi. Nutrisi bisa diserap tumbuhan melalui penyemprotan pada daun, namun umumnya nutrisi diberikan tumbuhan melalui akar, dan diserap dengan proses difusi osmosis.

Nutrisi diserap bulu-bulu akar, kemudian bergerak menuju xylem. Xylem inilah yang akan mengantarkan nutrisi keseluruh bagian tumbuhan yang membutuhkan.
Share:

Menanam Sayur Hidroponik? Waspada Busuk Akar Menyerang

Busuk akar pada tanaman hidroponik sering kali membuat sayur kita langsung layu mendadak dan mati. Kejadian ini akan cepat menyebar ke seluruh tanaman, dan membuat petani hidroponik frustasi.
Apa sih sebenarnya busuk akar itu? Busuk akar itu penyakit yang menyerang akar tanaman yang disebabkan oleh jenis jamur yang disebut phytium.

Spora jamur ini banyak sekali beterbangan di udara, dan akan berkembang menjadi jamur pada kondisi basah dan suhu hangat yaitu diatas 21 derajat celcius. Kondisi basah membuat kelembaban tinggi, dan kondisi hangat mempercepat spora phytium berkembang biak dengan cepat.
Nah! Kalau si jamur ini sudah berkembang di akar, akar beruba warna menjadi coklat, dan perlahan mulai mengganggu aktifitas penyerapan nutrisi dari akar. Akibatnya tanaman mulai layu dan menunjukkan gejala kurang sehat.
Ya! Jika hal ini dibiarkan terus menerus, tentunya mengakibatkan kematian pada tanaman. Untuk sistem yang menggunakan drip, NFT, DFT, DB, rakit apung, tentunya penyebaran jamur phytium ini sangat mudah dan cepat.
Jika satu sistem terkena, wah... jadi semakin sulit untuk menikmati masa panen yang bagus. Jika anda menemukan gejala pada satu tanaman, sebaiknya langsung dikarantina, dan pindahkan ke sistem lain.
Untuk sistem DFT (depth flow technique)yang biasa digunakan para pecinta hidroponik, merupakan sistem yang paling rawan terkena jamur ini yang berakibat pada busuknya akar.
Sistem DFT memang memiliki keuntungan mampu menyuplai nutrisi dalam keadaan tanpa listrik, namun sistem ini menampung banyak air pada guly atau talang tanaman hidroponik.
Air yang tergenang ini jika terkena matahari dan menjadi hangat, merupakan suasana yang sangat disukai jamur phytium ini untuk berkembang biak.
Selain itu, sistem rakit apung juga berpotensial besar menjadi sasaran empuk spora jamur ini. Sebaiknya perlu mengatur wadah penampung air yang bisa menyerap panas.
Beberapa cara untuk membuat penampung air yang menyerap panas adalah dengan menempatkan penampung air di dalam tanah. Bisa juga membungkus penampung dengan busa styrofoam. Jika anda menggunakan paralon untuk gully tanaman, anda bisa membungkusnya dengan busa pada bagian atas samping paralon.
Sekali lagi kami tekankan, untuk anda yang mengalami tanamannya busuk akar, segera pindahkan tanaman tersebut. Kemudian cek segera, apakah air nutrisi hangat atau tidak. Jika air nutrisi hangat, segera cari solusi untuk mendinginkannya.
Demikian sahabat hidrafarm, semoga pengalaman yang sedikit ini bisa membantu kesuksesan anda.
Share:

Jumat, 21 Oktober 2016

16 Nutrisi yang Diperlukan Tanaman Hidroponik

Faktor tanaman hidroponik dapat tumbuh dengan baik yaitu nutrisi.

Nutrisi esensia mutlak diperlukan tanaman.

Tanaman hidroponik sedikitnya membutuhkan 16 unsur hara/nutrisi yang berasal dari air, cahaya, nutrisi dan CO2

 Pembagian nutrisi diperlukan tanaman yaitu nutrisi makro seperti N, P, K, Ca, Mg, dan S.

Sedangkan nutrisi diperlukan tanaman mikro yaitu Fe, Mn, Zn, Cu, Co, B, Mo, dan Cl.

Sumber nutrisi bisa didapat dari pupuk hidroponik, bahan kimia murni (Pa), pupuk, dan pupuk daun.

Berikut beberapa penjelasan mengenai unsur nutrisi yang diperlukan tanaman.

1.    Nitrogen (N) dapat didapat dari proses pemupukan

2.    Fosfor (P) akan menghasilkan absorsi ion yaitu ion orthofosfat primer H2PO4 dan HPO42

3.    Kalium (K) dapat dijumpai dalam berbagai kadar di dalam tanah. Unsur nutrisi ini hanya sedikit yang dibutuhkan tanaman. Penambakan K bisa dari proses pemupukan yang larut dalam air

4.    Kalsium (Ca) sangat dibutuhkan oleh semua jenis tanaman. Nutrisi diperlukan tanaman ini sering dijumpai pada daun dan dalam bentuk Ca-Oksalat dalam sel-sel tanaman. Bila tanaman kekurangan nutrisi ini maka pertumbuhannya akan terganggu

5.    Magnesium (Mg) adalah mineral utama dan satu-satunya untuk menyusun zal klorofil. Kadarnya antar 0.1-0.4%. nutrisi ini juga sering dijumpai pada biji dan berperan khusus untuk metabolisme dan mengaktifkan sistem enzim tanaman

6.    Boron (B) bisa didapat dalam tanah berupa asam borat. Kadar minimal yang harus dimiliki tanaman yaitu 20 ppm

7.    Besi (Fe) minimal harus memiliki kadar 50-250 ppm. Nutrisi ini diambil oleh tanaman dalam bentuk ion atau garam kompleks organic (Chelate)

8.    Mangan (Mn) kadar normalnya 20-00 ppm.  Mangan dapat diserap oleh bagian daun tanaman

9.    Tembaga (Cu) bisa diberikan kepada tanaman dengan cara disemprotkan ke bagian daun. Unsur ini bisa berupa garam Cu dan Cu kompleks.

10.    Seng (Zn) kadar nolmalnya 25-150 ppm bila kelebihan akan membuat tanaman keracunan.

11.    Molibdenum (Mo) sering dijumpai pada tanaman kacang-kacangan sering diambil dalam bentuk MoO42. Kadar normalnya <1ppm tetapi <0.2 ppm.

12.    Khlor (Cl) kadarnya 0.2-2%. Klor sering dibutuhkan untuk tanaman seperti jagung, gandum, tembakau, kapas, kentang, lobak, atau wortel

13.    Kolbat (Co) adalah nutrisi penting untuk proses pembentukan vitamin B12 yang penting untuk pembentukan haemoglobin yang diperlukan untuk fiksasi nitrogen.

14.    Vanadium (V) adalah nutrisi diperlukan tanaman berupa esensial yang sering dibutuhkan untuk Ganggang hijau dan Scenedesmus.

15.    Natrium (Na) diabsorpsi dalam bentuk Na+. nutrisi ini mampu mempengaruhi tingkat penyerapan air dan membuat tanaman tahan terhadap kekeringan

16.    Silikon (Si) adalah nutrisi diperlukan tanaman digunakan untuk menyerap larutan Si (OH)4. Jenis tanaman yang membutuhkan Si adalah padi, tebu juga rumput. Ada juga timun, terrace dll. Si berguna untuk menambah tinggi batang tanaman, berat dan jumlah batang

Demikian macam-macam nutrisi diperlukan tanaman.

Unsur nutrisi diperlukan tanaman untuk penyusun protein adalah C, H, O, N, P dan S.

Sedangkan unsur esensial lain yaitu K, Mg, Ca, Fe, Mo, Mn, Zn, B, Cl, Ni, Na, Va, Co dan Si.

Tetapi tidak semua unsur nutrisi dibutuhkan oleh semua jenis tanaman.
Share:

Selasa, 18 Oktober 2016

Membuat pot hidroponik dari gelas plastik bekas

Bagi pemula, terkadang kesulitan bagaiman membuat pot yang sesuai untuk teknik hidroponik. Pot untuk teknik hidroponik adalah media yang sangat penting untuk membantu proses pertumbuhan tanaman. Kesulitan membuat pot hidroponik bagi pemula adalah tantangan awal yang sering dihadapi. Tetapi Anda tidak perlu khawatir sebab membuat pot untuk media tanam hidroponik bisa dilakukan dengan menggunakan barang-barang bekas disekitar kita, seperti gelas plastic yang sudah tidak terpakai.

Hidroponik tidak membutuhkan herbisida atau pestisida sehingga lebih ramah terhadap lingkungan dan sayuran. Cara membuat pot hidroponik dari bahan gelas plastic bekas sangat mudah dilakukan. Plastik bekas sangat mudah didapat.
Menggunakan barang-barang bekas setidaknya mampu membantu mengatasi masalah sampah plastik. Pot Hidroponik sederhana dari gelas plastik bekas juga bisa menghemat biaya. Berikut cara menanam tanaman hidroponik dengan cara yang paling sederhana.
Alat dan bahan membuat pot hidroponik
1.    Gelas plastic bekas mineral
2.    Solder sebagai alat untuk melubangi plastic
3.    Sterofoam
4.    Pisau atau cutter
5.    Kain sumbu
6.    Paku
7.    Media tanam (serabut kelapa, sekam, serbuk kayu dsb)
8.    Bibit tanaman
9.    Air nutrisi
Cara membuat pot hidroponik
1.    Beri lubang di bagian bawah dan lubang memanjang di bagian samping gelas plastik bekas dengan menggunakan solder dengan ukuran diameter 1.5 cm. Fungsinya sebagai tempat akar untuk bisa menjangkau larutan nutrisi.
2.    Potong sterofoam ukuran tebal 2-4 cm lalu beri lubang sebesar ukuran gelas plastic. Fungsinya sebagai tempat pot. Jangan lupa beri jarak antar lubang 10-20 cm.
3.    Membuat pot hidroponik dari gelas plastik yang telah dilubangi di bagian bawah dan samping, potong sumbu kain dengan lebar 3 cm lalu masukkan kedalam gelas plastik dari bawah dan tarik kedalam.
4.    Siapkan bibit tanaman yang sudah dibersihkan. Lakukan pembersihan bibit dengan perlahan agar akar tidak mudah patah.
5.    Isi bak penampung dengan larutan nutrisi. Letakkan gelas plastic didalam lubang sterofoam lalu letakkan sterofoam diatas bak penampung nutrisi. Pada tahap awal, biarkan bagian  bawah gelas plastik terendam sedikit 1.5-1 cm ke dalam larutan nutrisi.
6.    Letakkan media tanam hidroponik di tempat teduh selama semalaman. Setelahnya, bak dapat diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari.
7.    Rawat tanaman hidroponik dengan baik dan benar, hindari terkena hujan, cek ketersediaan larutan nutrisi.
Demikian cara praktis dan mudah membuat pot hidroponik yang bisa dilakukan di rumah. Penjelasan cara membuat pot diatas adalah salah satu metode yang paling sederhana dengan memanfaatkan media bekas dari plastik gelas. Cara membuat pot hidroponik sangat berguna bagi pemula yang baru ingin mencoba teknik bertanam dengan hidroponik.




Share:

Rabu, 12 Oktober 2016

Apa sih yang Membuat Sayuran Hidroponik Berasa Menggigit dan Renyah?

Terkadang kita mendapatkan sayur hidroponik yang bentuknya sangat bagus dan menarik namun disaat mencicipinya ternyata rasanya ada yang kurang pas, sayuran tersebut memiliki rasa yang kurang menggigit. Menurut pakar hidroponik Yos Sutiyoso, rasa sayuran yang kurang menggigit ini disebabkan oleh rendahnya EC nutrisi yang digunakan.

Setiap sayuran mempunyai kebutuhan EC sendiri-sendiri. Jika kekurangan maka sayuran yang dihasilkan kurang menggigit jika berlebihan sayuran juga akan mengalami kerusakan bahkan kematian, jadi memang harus menggunakan EC yang cukup tidak terlalu rendah dan juga tidak terlalu tinggi. Berapakah EC yang cocok digunakan untuk sayuran? Biasanya sekitar EC = 1,5 sampai EC = 2,5.

Cara memberi nutrisi media arang sekam
Jika Anda menggunakan media tanam arang sekam untuk menanam sayuran, gunakanlah EC rendah sekitar 1,5 karena nantinya akan terjadi akumulasi akibat diberikan nutrisi setiap hari akhirnya mencapai angka EC yang tinggi yaitu 2,5.
Untuk media yang tidak bergerak airnya seperti arang sekam dan cocopeat, tidak ada sirkulasi air. Pemberian nutrisi cukup diberikan dengan EC yang kecil karena nutrisi diberikan setiap hari dan tidak semua nutrisi terserap oleh akar dan terjadilah penumpukan nutrisi atau akumulasi nutrisi, sampailah pada suatu titik dimana airnya sangat tinggi.

Cara memberi nutrisi media air
Berbeda halnya jika Anda menggunakan sistem hidroponik dengan air seperti NFT, DFT, DWC, DB, Raft, tidak terjadi akumulasi nutrisi. Kondisi semacam ini anda perlu memberikan nutrisi dengan EC yang tinggi tidak perlu menggunakan EC yang rendah karena nutrisi akan langsung terserap ke akar melalui larutan untuk memperoleh sayuran yang berasa menggigit.
Pada media air seperti ini tidak ada akumulasi nutrisi yang ada hanya pengurangan nutrisi yang diserap oleh akar bisa juga karena ikut oleh penguapan air, sehingga Anda perlu mengecek setiap pagi menyesuaikan kadar nutrisi yang telah ditentukan untuk mendapatkan sayuran yang merasa enak dan segar

Sekali lagi jika anda ingin mendapatkan sebuah sayuran yang rasanya sedap dan menggigit anda perlu lagi mengecek nutrisi yang diberikan sayuran tersebut. Anda harus mempunyai standar khusus untuk panen sayuran yang mempunyai rasa yang enak, segar, dan menggigit. Menanam hidroponik memang sangatlah unik kita bisa mengatur panenan yang ingin kita dapatkan apakah itu banyak ataupun yang berkualitas enak.
Share:

Kunjungi Halaman Kami

Cari Blog Ini

Blogroll

Like Us on Facebook

Trending now