Berkebun di mana saja

Senin, 22 Agustus 2016

Cara Menanam Selada Hidroponik

Selada atau bahasa latinnya Lactucia Sativa merupakan jenis tanaman sayur-sayuran yang akan tumbuh subur ketika di tanam pada daerah yang beriklim tropis. Tanaman yang biasa dimanfaatkan sebagai campuran salad ini ternyata juga bisa dibudidayakan dengan menggunakan teknik tanam selada hidroponik yang pastinya juga akan memberikan hasil yang memuaskan ketika dilakukan perawatan secara continue dan baik.

Teknik tanam selada hidroponik ini pada dasarnya ditujukan pada mereka yang memiliki hobi berkebun namun tidak memiliki lahan yang luas sebagai tempat untuk bercocok tanam. Oleh sebab itu, dengan berkembangnya teknik pertanian ataupun berkebun yang semakin pesat, maka muncullah teknik tanam selada hidroponik yang juga akan memberikan hasil yang memuaskan.
Teknik tanam selada hidroponik semacam ini sangat mudah untuk dipraktekkan sebab media yang digunakan sangatlah sederhana dan tidak menghabiskan biaya yang sangat banyak. Dengan adanya kelebihan semacam ini, maka teknik tanam selada hidroponik ini bisa diterapkan oleh siapa saja yang ingin memuaskan hobi berkebun mereka.
Selain itu, teknik tanam selada hidroponik di atas juga bisa dikembangkan untuk ukuran yang lebih besar, tidak hanya di bak saja, bisa juga di kolam.
Bahan
·    Bak plastik persegi
·    Rockwool secukupnya
·    Gelas bekas air mineral
·    Styrofoam (disesuaikan dengan ukuran bak plastik)
·    Alumunium foil
Cara Pembuatan
1.    Siapkan styrofoam lalu potong dengan mengikuti ukuran bak plastik yang telah disiapkan
2.    Pastikan anda melapisi styrofoam dengan alumunium foil
3.    Lubangi styrofoam dengan diameter sebesar diameter gelas air mineral bagian tengah
4.    Masukkan air yang telah diberikan nutrisi pada bak lalu tempatkan styrofoam di atasnya
5.    Buatlah lubang pada bagian dasar gelas kemasan air minum
6.    Tempatkan gelas yang telah berlubang tadi pada setiap lubang styrofoam hingga dasar gelas kemasan air minum tadi menyentuh air yang bernutrisi
7.    Buatlah potongan rockwool sebesar 3 x 3 x 3 cm dan buatlah lubang pada bagian tengahnya sebagai tempat untuk meletakkan biji selada
8.    Masukkan rockwool yang telah berisi biji selada dalam gelas air minum yang telah berlubang tadi
9.    Lakukan perawatan sebagaimana mestinya untuk menjaga agar selada tumbuh dengan baik

Bagi anda yang ingin menerapkan teknik tanam selada hidroponik, maka anda harus memperhatikan berbagai hal kaitannya dengan perawatan tanaman untuk mendapatkan hasil yang baik. Dalam hal ini, pada teknik tanam selada hidroponik , anda harus melakukan pengecekan pada pH air dan menjaga pH supaya pada batasan 5,5 – 6,8.
Selain memperhatikan hal tersebut, al lain yang juga  diperhatikan guna menjaga pertumbuhan tanaman adalah, anda juga harus menjaga supaya ketinggian air masih tetap pada jangkauan akar. Dengan cara ini, maka anda bisa mendapatkan hasil dari berkebun selada menggunakan teknik hidroponik.


Share:

Jumat, 19 Agustus 2016

Cara Menanam Terong Hidroponik

Termasuk dalam keluarga Solanaceae, tanaman terung merupakan salah satu jenis tanaman sayur yang biasa dimanfaatkan sebagai kuliner masakan. Penanaman terung pada dasarnya membutuhkan lahan yang luas demi mendapatkan hasil yang melimpah.
Terong ditanam dengan sistem drip/ irigasi tetes

Seiring dengan perkembangan teknologi pertanian yang semakin canggih, menanam terung sistem hidroponik bisa dijadikan sebagai pilihan yang cocok untuk anda yang gemar berkebun namun tidak memiliki lahan yang luas. Dengan menanam terung sistem hidroponik serta melakukan perawatan yang benar, maka anda akan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Terong ditanam dengan PVC

Untuk menanam terung sistem hidroponik, anda bisa menerapkan langkah berikut ini.
Bahan
·    Ember bekas
·    Pot dengan ukuran yang lebih kecil dari ember
·    Selang fertigasi serta nepple
·    Pompa
·    Bak nutrisi
·    Media tanam berupa arang sekam dan cocopeat
·    Benih terung
·    Campuran nutrisi AB
Cara Pembuatan
1.    Lakukan penyemaian bibit terong pada media tanam yang berupa arang sekam dan biarkan selama 25 – 30 hari hingga benih tersebut tumbuh.
2.    Pastikan anda juga melakukan perawatan dengan menyemprot air secara berkala dan tutup dengan plastik hitam agar tidak terkena sinar matahari
3.     Campurkan sekam arang dan cocopeat dengan perbandingan 1 : 1 dan tekan sedikit jangan sampai terlalu padat
4.    Setelah bibit terong berumur 25 – 30 hari, anda bisa mencabut benih dari media tanam dan memindahkannya pada pot yang berisi sekam dengan menjaga agar akar tidak rusak
5.    Lakukan penyiraman pada pot dengan air nutrisi yang memiliki ppm rendah
6.    Tempatkan tanaman pada tempat yang teduh selama 3 – 4 hari agar tanaman beradaptasi

Pemenuhan Nutrisi Terung Hidroponik
Untuk menunjang pertumbuhan dalam menanam terung sistem hidroponik, anda harus memenuhi kebutuhan nutrisi dari tanaman tersebut. Untuk itu, kebutuhan nutrisi bisa anda lakukan dengan cara berikut ini.
a.    Pada masa tanam 0 – 3 minggu setelah pemindahan dari media tanam, maka tanaman terung harus mendapatkan nutrisi sebesar ppm 1000.
b.    Setelah tanaman berusia 3 minggu hingga mencapai masa generative, anda harus menaikkan kebutuhan nutrisi tanaman menjadi ppm 1500
c.    Ketika tanaman telah masuk masa generative, maka kebutuhan nutrisi dinaikkan menjadi 1.750. Lakukan hal ini secara rutin hingga terung memasuki masa berbuah

Jadwal Pemberian Nutrisi Pada Tanaman Terung Sistem Hidroponik
Dalam menanam terung sistem hidroponik, maka kebutuhan nutrisi juga harus dilakukan pada waktu-waktu tertentu, sehingga tanaman akan tumbuh dengan baik. Untuk itu, nutrisi pada teknik tanam ini bisa disalurkan pada setiap tanaman dengan melalui pipa inlet serta selang fertigas yang bekerja dengan bantuan pompa. Pada proses menanam terung sistem hidroponik, waktu yang tepat dalam pemberian nutrisi bisa anda lakukan pada pukul 07.00 – 17.00.
Terong Ungu ditanam dengan sistem drip/ irigasi tetes

Sistem tanam hidroponik merupakan teknik tanam yang sangat cocok untuk dikembangkan di tempat yang memiliki area yang sempit. Cara menanam terung sistem hidroponik semacam ini sangatlah mudah dan tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Bahkan, dengan menanam terung sistem hidroponik semacam ini bisa juga memberikan hasil yang maksimal ketika dilakukan perawatan yang baik.
Share:

Rabu, 17 Agustus 2016

Media Tanam Hidroponik

Media tanam hidroponik merupakan material non tanah yang digunakan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman. Media ini memiliki fungsi utama sebagai penyangga agar tanaman bisa berdiri tegak dan tidak roboh. Idealnya media tanam memiliki tekstur yang gembur dan mampu menyimpan banyak air. Selain itu, materialnya harus bersifat poros atau mampu membuang kadar air yang berlebih.

Media tanam yang baik harus memiliki pH sekitar 6-7 dan akan lebih baik jika materialnya mengandung kapur serta kaya akan unsur kalsium. Untuk menjaga terserangnya tanaman dari berbagai penyakit, pastikan media yang akan digunakan bersifat steril dan bebas dari patogen. Ada banyak material yang bisa dimanfaatkan sebagai media tanam hidroponik. Berikut adalah beberapa di antaranya:

·    Rockwool
Rockwool merupakan salah satu media tanam yang banyak digunakan oleh para petani hidroponik. Media tanam ini mempunyai kelebihan dibandingkan dengan media lainnya terutama dalam hal perbandingan komposisi air dan udara yang dapat disimpan oleh media tanam ini.


·    Arang
Arang merupakan sisa pembakaran kayu atau batok kelapa. Material ini mampu mengikat air dalam jumlah banyak, tidak mudah lapuk, dan sulit ditumbuhi jamur. Namun demikian arang memiliki sedikit kandungan hara sehingga dalam penggunaannya membutuhkan pemupukan ekstra.

·    Sekam padi
Sekam padi merupakan kulit padi yang telah digiling. Material ini memiliki porositas tinggi yang berperan terhadap sistem aerasi dan drainase media tanam. Untuk mendapatkan hasil optimal, sebaiknya sekam dibakar terlebih dahulu agar kandungan karbonnya lebih tinggi dan lebih steril karena materi patogennya akan mati terbakar.

·    Pupuk kandang
Pupuk kandang merupakan media yang sangat baik karena memiliki kandungan unsur hara yang lengkap. Selain itu kandungan mikroorganisme yang terdapat di dalamnya mampu merombak bahan organik menjadi nutrisi yang mudah diserap oleh tanaman. Agar steril, pupuk kandang sebaiknya dikukus terlebih dahulu sebelum dipakai.

·    Sabut kelapa (coco peat)
Sabut kelapa mempunyai karakteristik yang mampu mengikat dan menyimpan air dengan kuat dan mengandung berbagai unsur hara esensial yang bermanfaat bagi tananan. Untuk mengindari tumbuhnya jamur, rendam sabut kelapa ke dalam larutan fungisida sebelum dipakai.

·    Kompos
Sebagai hasil dari fermentasi limbah organik, kompos mampu menjadi fasilitator dalam penyerapan nitrogen dan memiliki kandungan unsur hara yang tinggi. Kompos yang baik digunakan sebagai media tanam adalah yang mengalami pelapukan sempurna dengan ciri-ciri berwarna hitam kecoklatan, tidak berbau, dan memiliki kadar air yang rendah.
·    Vermikulit dan perlit
Material ini merupakan media anorganik steril yang dihasilkan dari kepingan-kepingan mika yang mengandung potasium dan kalium sehingga menambah daya serap air. Sebagai media tanam, sebaiknya material tersebut digabungkan dengan pupuk organik untuk melengkapi unsur haranya.
·    Pecahan batu bata
Material ini bisa dijadikan alternatif media tanam karena memiliki performa drainase dan aerasi yang baik. Namun demikian media ini miskin unsur hara sehingga penggunaanya biasanya dibarengi dengan pupuk kandang.
·    Spons (froralfoam)
Dilihat dari sifatnya, spons memiliki daya serap yang tinggi terhadap air dan unsur hara. Namun demikian bahannya mudah hancur sehingga tidak bisa dipakai dalam jangka waktu lama.
·    Gabus stereofoam
Material yang terbuat dari kopolimer styren ini kerap dipakai sebagai campuran media tanam untuk menambah porositas media tanam.

Tiap media memiliki kandungan unsur hara dan porositas yang berbeda. Saran saya, tidak ada salahnya mengombinasikan material organik dan anorganik sebagai media tanam, karena material anorganik memiliki kelebihan dalam hal porositas dan material organik kaya akan unsur hara. Selamat bereksplorasi dengan media tanam hidroponik, semoga tanaman Anda tumbuh subur sesuai dengan harapan.
Share:

Selasa, 16 Agustus 2016

Nutrisi Hidroponik

Dalam bercocok tanam secara hidroponik, tentu saja tidak semua orang akan mengalami keberhasilan. Ada saja kegagalan yang mungkin terjadi, salah satunya karena kurangnya asupan nutrisi tanaman.  Saya yakin sebagian dari Anda—terutama yang baru memulai debut hidroponik—memiliki sejumlah pertanyaan tentang bagaimana caranya memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut, unsur hara apa saja yang harus dipenuhi, di mana bisa mendapatkannya, dan apakah bisa dibuat sendiri di rumah. Untuk itu, dalam kesempatan ini saya akan coba sedikit mengulas tentang nutrisi hidroponik dan unsur hara apa saja yang dibutuhkan agar tanaman tumbuh subur dan menghasilkan. 

Pemberian nutrisi pada tanaman hidroponik dilakukan dengan cara mencampurkan berbagai
sumber hara dalam bentuk larutan. Larutan tersebut harus memenuhi unsur makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman sehingga bisa mendukung tumbuh kembangnya. Unsur makro adalah sejumlah unsur yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar seperti,
·    Nitrogen (N)
·    Fosfor (P)
·    Kalium (K)
·    Kalsium (Ca)
·    Magnesium (Mg), dan
·    Sulfur (S)
 Sedangkan unsur mikronya adalah,
·    Besi (Fe)
·    Klor (Cl)
·    Mangan (Mn)
·    Seng (Zn)
·    Boron (B), dan
·    Molibdendum (Mo)

Pada dasarnya ada dua macam pupuk atau nutrisi yang bisa diberikan untuk tanaman hidroponik, yaitu nutrisi organik dan anorganik. Nutrisi organik merupakan pupuk buatan yang diracik dari bahan-bahan alami dengan teknik pencampuran sederhana seperti kotoran binatang (pupuk kandang), gula merah, dedak/bekatul, jerami, atau daun-daunan kering serta bibit probiotik. Seluruh bahan tersebut dicampurkan kemudian diendapkan beberapa waktu hingga menjadi larutan nutrisi yang bersifat konsentrat. Penggunaannya bisa langsung dicampurkan ke dalam air dan digunakan sebagai media tanam hidroponik.

Sedangkan nutrisi anorganik adalah larutan pupuk instan yang bisa digunakan langsung secara praktis. Nutrisi populer yang sering digunakan untuk bercocok tanam secara hidroponik adalah pupuk AB mix, yaitu satu set nutrisi untuk membuat dua jenis larutan (A & B) dengan kandungan yang berbeda. Pupuk A mengandung unsur kalsium yang berguna untuk menunjang kekuatan tanaman, membantu proses fotosintesis, serta membantu pengalihan dari fase vegetatif  ke generatif. Sedangkan pupuk B mengandung fosfat dan sulfat untuk menguatkan sistem perakaran sehingga tanaman mampu menyerap nutrisi dengan baik.

Pada prinsipnya, kalsium dan fosfat tidak boleh saling bercampur. Itu sebabnya nutrisi hidroponik ini dibuat dalam kemasan yang terpisah. Pupuk mix AB memiliki kandungan yang lengkap dan dibuat dengan takaran yang tepat sehingga mampu memenuhi kebutuhan nutrisi makro maupun mikro bagi tanaman hidroponik. Pupuk ini bisa dibeli di toko-toko pertanian dengan harga sekitar Rp80.000,00 – 100.000,00 per liter. Selain pupuk AB mix, Anda juga bisa meramu formula nutrisi hidroponik sendiri, yaitu dengan mencampurkan beberapa pupuk seperti NPK, KCI, dan pupuk Gandasil.

Baik organik maupun anorganik, keduanya memiliki fungsi yang sama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hidroponik Anda. Larutan organik memang lebih aman dan ramah lingkungan, namun jika Anda merasa repot untuk membuatnya sendiri, tidak ada salahnya untuk menggunakan versi anorganiknya. Yang terpenting tanaman Anda bisa tumbuh subur dan hasil panennya baik. Selamat bercocok tanam.
Share:

Senin, 15 Agustus 2016

Tanaman Hidroponik

Bercocok tanam secara hidroponik belakangan ini semakin digemari oleh para penggiat berkebun, termasuk saya tentunya. Selain karena bisa dilakukan di lahan yang sempit tanpa menggunakan media tanah—baik secara vertikal maupun horizontal—cara ini juga cukup efektif dalam hal perawatan dan optimalisasi perolehan hasil panen. Namun tahukah Anda, tumbuhan apa yang bisa dijadikan tanaman hidroponik, dan jenis-jenis apa saja yang memiliki nilai ekonomi tinggi untuk dibudidayakan secara komersial?

Tidak semua jenis tumbuhan bisa ditanam secara hidroponik, hanya sayuran atau buah-buahan dengan akar serabut yang bisa ditanam dengan cara ini. Hal ini berkaitan dengan sistem penyerapan makanan oleh akar, ukuran tumbuhan, dan masa panen. Apakah Anda bisa membayangkan menanam pohon mangga atau durian secara hidroponik? Seberapa besar media topang yang dibutuhkan dan berapa lama harus menunggu masa panennya.

Adapun jenis tanaman yang cocok dan banyak dipilih sebagai tanaman hidroponik adalah:
·    Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, atau sawi
·    Berbagai jenis selada
·    Sayuran batang seperti seledri, daun bawang, atau kailan
·    Sayuran bunga seperti kol atau brokoli
·    Berbagai jenis sayuran buah seperti tomat, cabai, paprika, mentimun, terong, pare, dan sejenisnya.
·    Berbagai jenis tanaman herbal seperti basil, mint, thyme, oregano, dan sejenisnya.
·    Buah-buahan seperti melon, labu, anggur, atau stroberi, serta
·    Berbagai jenis tanaman bunga.

Umumnya teknik hidroponik banyak dilakukan dalam skala kecil untuk kepentingan hobi sebagai solusi atas keterbatasan lahan bercocok tanam. Namun banyaknya kemudahan dan keuntungan yang diperoleh dari metode ini membuat banyak petani semakin serius menekuninya untuk dibudidayakan secara komersial.

Dibandingkan dengan budi daya konvensional yang menggunakan media tanah, tanaman hidroponik menghasilkan sayuran atau buah dengan kualitas yang lebih baik, tekstur yang lebih renyah, kandungan nutrisi yang lebih tinggi, serta hasil panen yang lebih cepat dan lebih banyak. Adapun proses pemasarannya bisa  dilakukan langsung ke supplier atau supermarket dengan keuntungan yang cukup menjanjikan.

Berdasarkan hasil perhitungan cost dan benefit, beberapa hasil tanaman hidroponik yang memiliki nilai ekonomi tinggi adalah:
·    Lettuce atau selada. Tanaman ini memiliki banyak ragam jenis dengan harga jual yang cukup tinggi.
·    Tomat, khususnya untuk jenis beefsteak tomato yang banyak digunakan sebagai garnis dan pelengkap menu-menu makanan di restoran.
·    Herbs atau tumbuhan herba dalam bentuk segar seperti oregano, thyme, atau parsley Itali. Contoh herbs yang harganya cukup tinggi adalah thyme segar, yaitu Rp100.000,00 per 100 gramnya.
·    Cabai, khususnya jenis jalapenos dan paprika, serta
·    Bayam, khususnya jenis bayam impor seperti bayam giant noble atau bloomsalade yang harganya cukup tinggi.

Saat ini tidak sulit untuk mendapatkan bibit tanaman hidroponik. Sudah banyak penjual bibit online yang menyediakan berbagai jenis benih atau bibit hidroponik yang bisa langsung ditanam, bahkan ada pula yang menyediakan langsung dengan starter kit atau peralatan hidroponiknya. Jadi, apakah Anda masih merasa enggan untuk melanjutkan hobi berkebun Anda? Ayo kita mulai berkebun secara hidroponik.


Share:

Jumat, 12 Agustus 2016

CARA MEMBUAT HIDROPONIK SEDERHANA

Bagi pemula yang tertarik untuk mulai bercocok tanam secara hidroponik, ada baiknya memulai dari yang paling mudah dulu. Mengingat hidroponik adalah bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, melainkan lebih banyak air, nutrisi, dan oksigen, ada beberapa prosedur yang harus dilalui dan tidak seperti cara bercocok tanam yang biasa. Selain air, bahan-bahan lain yang juga dapat digunakan adalah kerikil, pecahan genting rumah, pasir, pecahan batu ambang, dan masih banyak lagi. Bila Anda ingin mengumpulkan nutrisi dan unsur-unsur hara lainnya agar tanaman tumbuh dengan sehat dan segar, larutkanlah air dengan pupuk organik, bukan pestisida atau herbisida yang berbahaya bagi hasil tanaman dan manusia. Bagaimana cara mencampur organik? Menurut website Tips Berkebun (dari http://www.tipsberkebun.com/tips-berkebun-hidroponik-secara-sederhana.html), campurkan garam mineral dengan formula yang sudah ditentukan. Setelah itu, barulah Anda bisa mulai fokus kepada cara membuat hidroponik sederhana.
 



Lalu, bagaimanakah cara membuat hidroponik sederhana? Alat-alat dan bahan-bahan yang diperlukan adalah:
1.    Baki untuk menyemai.
2.    Jerigen.
3.    Wadah atau pot plastik.
4.    Penyemprot tangan atau hand sprayer.
5.    Kompor dan penangkas air.
6.    Timbangan OHAUS/neraca laboratorium.
7.    Pipa paralon berdiameter setengah 1,5 cm x 20 cm.
8.    Ember.
9.    Jenis tanaman yang dipilih.
10.    Bahan-bahan porus.

Setelah semuanya tersedia, inilah cara membuat hidroponik sederhana:
1.    Sterilkan pasir yang sudah diayak. Caranya? Cuci dengan air bersih berulang-ulang, lalu rendamlah di air mendidih sekitar sejam.
2.    Cuci baki dan isilah dengan pasir tadi sekitar 4 cm. Jangan lupa lubangi alas baki.
3.    Siram baki dengan air bersih dan tunggulah hingga kelebihan air terbuang.
4.    Tabur biji-biji tanaman di atas pasir, sebisa mungkin berikan jarak.
5.    Jaga agar pasir tidak kekeringan. Gunakan hand sprayer untuk tetap melembapkan pasir atau tutuplah baki dengan kaca.
6.    Pindahkan bibit-bibit tadi ke dalam tempat permanen atau persemaian kedua setelah sekitar dua hingga empat daun tumbuh. Jika ingin langsung ke tempat penanaman hidroponik, bersihkan pasir yang menempel pada akar tanaman.

Cara memperoleh tanaman dari bibit yang tersedia adalah:
1.    Sediakan lembaran surat kabar di atas meja sebagai alas.
2.    Ambil pot isi tanaman dan letakkan satu tangan Anda di atas tanah dalam pot. Letakkan tanaman di antara telunjuk dan jari tengah dengan hati-hati.
3.    Pegang dasar pot saat membalikkannya pelan-pelan, lalu keluarkan tanaman beserta akar-akarnya dengan hati-hati.
4.    Bila tanaman susah lepas, benturkan pot pelan-pelan atau koreklah permukaan dalam bagian atas pot dengan pisau tumpul.
5.    Jika sudah berhasil, peganglah tanaman masih dengan dua jari sambil membersihkan sisa tanah yang melekat. Lakukanlah dengan hati-hati.
Tidak sulit, bukan? Selamat mencoba, ya.

Sumber:
http://www.tipsberkebun.com/tips-berkebun-hidroponik-secara-sederhana.html
http://www.azzamrumahherbal.com/hidroponik/227-cara-bertanam-hidroponik-bagi-pemula.html
http://belajarberkebun.com/cara-menanam-tanaman-hidroponik-sederhana.html

Share:

Cara Menanam Tanaman Hidroponik


Cara menanam tanaman hidroponik sebenarnya bukan ide lama. Meski tidak menggunakan tanah sebagai media penanaman, kecepatan pertumbuhan tanaman hidroponik mencapai 50% lebih besar daripada cara penanaman konvensional. Bagaimana bisa? Cara menanam tanaman hidroponik membuat tanaman langsung menerima pasokan air bernutrisi. Karena itulah, tanaman hidroponik tidak begitu membutuhkan akar yang terlalu besar, apalagi mengingat lahan yang digunakan juga tidak besar. Selain itu, tanaman hidroponik juga termasuk ramah lingkungan, karena tidak membutuhkan terlalu banyak air. Untuk kandungan nutrisi yang dibutuhkan tanaman, Anda dapat menggunakan yang berbentuk bubuk sebelum dicampur dengan air, yang kemudian diberikan kepada tanaman hidroponik. Cukup ringkas, praktis, dan lebih ekonomis, bukan?



Apa sajakah keuntungan dari cara menanam tanaman hidroponik? Yang pasti, Anda tidak perlu lagi berbelanja sayur-sayuran dan buah-buahan di pasar, warung, atau supermarket, karena sudah bisa memproduksi sendiri. Lebih bagus lagi bila kualitasnya bagus dan menarik perhatian orang lain, Anda dapat berbagi atau bahkan menciptakan usaha dagangan sendiri.

Cara menanam tanaman hidroponik juga memiliki dua sistem dasar, yaitu:
1.    Sistem aktif
2.    Sistem pasif

Menurut website Tips Berkebun (dari http://www.tipsberkebun.com/sistem-kerja-bercocok-tanam-hidroponik.html), cara menanam tanaman hidroponik dengan sistem aktif melancarkan sirkulasi larutan nutrisi untuk tanaman dengan pompa. (Ada yang memakai timer untuk pompa dan ada yang tidak, melainkan hanya mengira-ngira hingga tanaman mendapatkan nutrisi secukupnya.)

Berbeda dengan cara menanam tanaman hidroponik dengan sistem pasif, yaitu dengan membuat larutan yang kaya akan nutrisi diserap oleh medium dan disemaikan ke akar tanaman. Sayangnya, sistem pasif memiliki kekurangan. Pembagian oksigen melalui akar tanaman tidak bisa imbang, jadi ada yang kelebihan jatah hingga kekurangan jatah, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi tidak sehat sempurna.

Selain dilihat dari cara kerja, sistem untuk cara menanam tanaman hidroponik juga dapat dibagi berdasarkan pemulihan (recovery), yaitu:
1.    Recovery system. (Sistem pemulihan.)
2.    Non-recovery system. (Sistem nonpemulihan.)

Dalam recovery system, larutan nutrisi yang sudah disirkulasikan dapat digunakan kembali. Sementara itu, dalam non-recovery system, larutan nutrisi yang sudah disirkulasikan tidak dapat digunakan kembali.

Untuk tahapan cara menanam tanaman hidroponik, ikuti langkah-langkah berikut ini:
1.    Penyemaian benih
Semailah benih pada wadah, lalu pindahkanlah ke media tanam bila benih tersebut cukup umur, dalam hal ini: mulai tumbuh sedikit daun.

2.    Penyiapan media tanam
Gunakanlah media tanam berupa campuran sekam bakar dan campuran pasir kerikil atau rockwool dengan pasir kerikil. Silakan pilih salah satu. Tempatkan media tanam tersebut pada wadah yang diinginkan, entah itu kaleng bekas atau pot.

3.    Pemberian nutrisi
Nutrisi dapat diracik sendiri (terutama bila Anda sudah ahli) atau dibeli di toko. Anda bisa menyiramkannya ke tanaman setiap pagi atau sore hari – atau menggunakan sistem wick (pasif) bila ingin lebih mudah.

4.    Perawatan
Pemangkasan dan pemberian gulma merupakan bagian dari perawatan terhadap tanaman hidroponik, sama dengan tanaman konvensional lainnya.
Selamat bertanam hidroponik.

Sumber:
http://www.tipsberkebun.com/sistem-kerja-bercocok-tanam-hidroponik.html
http://www.kebunhidro.com/2012/06/cara-menanam-hidroponik-sederhana-di.html
http://www.azzamrumahherbal.com/hidroponik/191-cara-menanam-menggunakan-sistem-hidroponik.html


Share:

Rabu, 10 Agustus 2016

Membuat Aeroponik Sederhana untuk Tanaman Cabe

Aeroponik merupakan teknik pemberian nutrisi dalam bentuk larutan cair yang dikombinasikan dengan oksigen diudara. Mengenai teknis mengkombinasikan ada berbagai macam. Ada yang menggunakan pengkabut untuk mencampur air nutrisi dan oksigen di udara, ada juga yang menggunakan tetes nutrisi namun akar dibiarkan terurai di udara seperti gambar berikut ini.

Sistem tersebut merupakan aeroponik yang dapat dibuat dengan mudah tanpa harus menggunakan pengkabut, karena pengkabut mudah tersumbat. Akar yang terurai memungkinkan untuk menyerap oksigen, selain itu nutrisi yang diteteskanatau dialirkan dari atas bagian akar akan menyuplai nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

Untuk menanam cabe dengan sistem aeroponik sederhana ini membutuhkan bahan dan alat sbb,
Bahan-bahan yang perlu disiapkan adalah:
1. Lembar polykarbonat atau bisa diganti dengan kayu untuk papan temat tumbuh.
2. pipa pvc 1/2 inch, beserta konektor pvc seperti knee dan T, dll.

3. pompa air 2 meter.
4. Tandon air.
5. Selang HDPE 5mm dan nepel untuk pipa sekunder yang membagi nutrisi ke setiap lubang tanam.
6. benih cabe dan nutrisi AB mix.
7. Lem PVC
8. Netpot

Alat-alat yang diperlukan:
1. Hole saw untuk melubagi tempat netpot.
2. Gergaji besi untuk memotong.
3. Amplas untuk menghaluskan bekas potongan.
4. Cutter untuk memotong selang HDPE.

Skema sistem aeroponik yang dibuat kurang lebih seperti gambar berikut:



Nah! Bagaimana sobat hidroponik? Mudah bukan?Yuk kita tanam cabe, minimal untuk konsumsi sendiri dan tidak tergantung cabe di pasaran yang harganya naik turun. Semoga sukses yaaa ....
Share:

Selasa, 02 Agustus 2016

Mudahnya Menanam Cabe Hidroponik dengan Sistem Ebb and Flow

Menanam cabe memang memerlukan keahlian khusus. Cabe termasuk tanaman yang mudah layu atau rusak, dan juga rentan terhadap penyakit. Nah! Pada kesempatan ini, hidrafram akan membagikan pengalaman berkebun hidroponik kepada anda semua pecinta hidroponik, khususnya menanam cabe.


Mumpung sebentar lagi musim kemarau, yuk kita menanam cabe hidroponik. Keunggulan cabe hidroponik ini adalah tanaman cabe yang tidak bergantung iklim dan cuaca. Musim kemarau tidak akan menyurutkan petani hidroponik untuk menanam cabe. Untuk menanam cabe dengan sistem hidroponik, yang mudah adalah dengan sistem Ebb and Flow. Teknik ini sudah teruji mampu menumbuhkan tanaman cabe dengan baik. Sistem ini mampu memberikan akar tanaman cabe untuk berkembang dan tumbuh dengan baik.

Bagaimana sih sistem Ebb and Flow hidroponik itu? Ya! Ebb and Flow atau biasa kita sebut sebagai sistem pasang surut, yaitu sistem hidroponik yang membuat media tanam akan basah karena adanya air nutrisi yang masuk. Silahkan lihat gambar berikut!
Air nutrisi dipompa dari tandon naik masuk melalui pipa penghubung, sehingga memenuhi semua wadah media tanam. Sampai pada level yang kita inginkan, air akan keluar pipa dan kembali masuk tandon.

Media tanam yang biasa digunakan untuk menanam cabe Ebb and Flow ini adalah cocopeat + sekam bakar, hidroton, hidroton + cocopeat, atau arang kayu.

CARA SEMAI BENIH:
1. Rendam benih cabe selama ± 1 jam sampai benih terendam.
2. Potong rockwool bentuk dadu, dengan ukuran (2,5 x 2,5 x 2,5) cm³, dan letakkan di atas nampan!
3. Buat lubang sedalam 1 cm di permukaan potongan rockwool!
4. Taruh benih cabe ke dalam lubang.
5. Satu lubang bisa berisi 1 biji cabe.
6. Basahi rockwool dengan air sampai lembab! !! Jangan terlalu basah !!
7. Letakkan di tempat yang terkena cahaya matahari tidak langsung disamping rumah atau di bawah pohon.
8. !! PENTING !! Pastikan rockwool selalu lembab, dengan menyemprotkan air saat pagi dan sore selama masa semai.
9. !! PENTING !! Setelah muncul daun, pastikan daun terkena matahari langsung!
10. Cabe siap dipindahkan ke rak hidroponik setelah tinggi tanaman ± 4 cm, atau memiliki 3 helai daun.
11. Cabe memiliki masa semai  antara 7 sampai 10 hari.

CARA MEMINDAH BENIH KE RAK HIDROPONIK:
1. Pindahkan cabai kecil dengan memegang rockwool ke dalam netpot dengan hati-hati.
2. Letakkan  dalam netpot kemudian dimasukkan ke dalam lubang Ebb and Flow.
3. Alirkan larutan nutrisi ke dalam pipa PVC.
4. !! PENTING !! Pastikan akar menyentuh larutan nutrisi.

CARA MEMBUAT LARUTAN NUTRISI:
1. Siapkan air ke dalam tandon.
2. Tambahkan aki zuur sedikit saja (± 5 mL untuk setiap 50 L air) tetes-tetes sambil diukur dengan pH meter) sampai pH = 6.0 - 6.5
3. Tambahkan nutrisi siap pakai ke dalam larutan sesuai dengan jadwal sbb:


Umur 1 - 14 HST 1000 ppm
Umur 15 - 28 HST 1260 ppm
Umur 29 HST - panen 1540 ppm
 
   Kadar nutrisi diukur dengan alat TDS meter dengan satuan ppm.
    HST : Hari Setelah Tanam
4. Larutan nutrisi ini bisa anda sirkulasi dengan pompa, atau hanya dengan larutan yang diam (tanpa sirkulasi). Anda juga bisa memadukan keduanya, dengan mengalirkan nutrisi setiap pagi dan sore saja, selebihnya hanya air nutrisi diam.
CARA MEMBUAT LANJARAN CABE:
1. Siapkan tali senar pancing untuk lanjaran.
2. Cabe diberi lanjaran saat umur 15 hst.
3. Ikatkan tali senar pancing dari dekat tanaman cabe kemudian ikatkan ke bagian atas sehingga tali senar menjadi tegang.
4. Sandarkan tanaman cabe ke senar yang tegang.
CARA MEMANEN:
1. Anda dapat memanen cabe setelah umur 75-85 hst.
2. Panen cabe dilakukan dengan cara memetik buah dan tangkainya.
3. Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena bobot buah dalam keadaan optimal.
4. Panen dilakukan berulang-uang, yaitu 2-5 hari sekali tergantung luas penanaman.


Share:

Sabtu, 23 Juli 2016

Membuat Rak Hidroponik Sendiri di Rumah

Hidroponik kini semakin banyak diminati di Indonesia, karena cara menanam yang mudah, tidak tergantung cuaca. Pada kesempatan ini, admin akan memberikan contoh cara membuat rak hidroponik sederhana, yang bisa anda terapkan di rumah anda sendiri. Anda bisa mendapatkan alat dan bahannya dengan mudah pula.

Rak yang akan kita buat adalah rak hidroponik dengan PVC 3 inch dan diatur membentuk huruf A.
Pertama, anda harus menyiapkan rangka, bisa dengan kayu, besi, atau baja ringan. Kemudian PVC 3 inch dilubangi untuk tempat net pot. Anda dapat melihat gambar berikut, namun anda tentunya mempunyai kreasi yang lebih baik lagi. Kemiringan bidang diatur sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman yang terus semakin tinggi. Untuk penyanga PVC anda dapat menggunakan besi yang dilengkungkan.

Air nutrisi masuk dari satu sisi, dan keluar bersama pada sisi yang lain. Pada ujung PVC dipasang pipa kecil PVC 3/4 inch untuk pembuangan ke tandon.
Pipa pembuangan diatur ketinggiannya, sehingga air dalam PVC 3 inch menyentuh dasar netpot. Disini perlu percobaan beberapa kali biasanya untuk menemukan tinggi yang tepat, tergantung dari kekuatan pompa air untuk mengalirkan debit air.

Untuk instalasi input nutrisi, anda bisa menggunakan PVC 1/2 inch sebagai pipa primer, dan dilanjutkan selang HDPE sebagai pipa sekunder untuk membagi ke semua PVC tempat tanaman. Bagian yang dilingkari merah adalah saluran pembuangan, dan terdapat kran untuk pembuangan. Jika anda meletakkan rak ini di luar rumah tanpa naungan, saat hujan anda harus memutar kran ini agar air hujan tidak masuk ke tandon.

Jarak tanam diatur antara 15 cm sampai 20 cm. Jarak tanam ini diukur dari as atau titik tengah kingkaran lubang. Jarak ini bisa anda sesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin anda tanam. Tanaman yang berdaun lebar, tentunya jaraknya semakin lebar. Tanaman berdaun pendek, jaraknya pun bisa dibuat pendek. Silahkan sesuaikan dengan tanaman yang ingin anda tanam.
 Rak bisa anda letakkan tanpa naungan atau pun dengan naungan. Jika anda letakkan di luar tanpa naungan, tentunya anda harus siaga saat musim hujan, anda harus memutar kran sebelum hujan turun agar air tidak masuk tandon dan mengencerkan air nutrisi.
 Selamat mencoba, dan saya yakin anda bisa lebih baik dari contoh di atas. Semoga sukses yaa.


Nah...untuk mengikuti video terbaru kami, silahkan subscribe channel ini yaa.
Baca Juga : 

Cara Menanam Hidroponik, dari Pembibitan sampai Panen


Share:

Jumat, 22 Juli 2016

Hidroponik Sederhana untuk Menanam Berbagai Sayuran Keluarga

Salam sahabat hidroponik se-Indonesia. Apa kabarnya? Semoga semakin baik dalam menanam di pekarangan rumah yaa...
Menanam hidroponik untuk keperluan sayur keluarga sehari-hari memang menyenangkan. Kebanyakan orang menanam sayuran seperti bayam, kangkung, pak choy, cabe, tomat, dan selada. Nah! Bagaimana sih cara menanam semua sayur itu dalam satu sistem, dan semuanya bisa tumbuh dengan baik. Sistem seperti apa sih yang cocok dan murah?

Beragam sayur tentunya kebutuhan nutrisinya berbeda-beda pula, namun untuk menanam hidroponik berbagai macam jenis sayur-sayuran tersebut di atas dalam satu sistem hidroponik tentu masih bisa dimungkinkan. Sisitem hidroponik yang dipakai adalah DFT menggunakan PVC 3 inch atau NFT menggunakan talang kotak yang mudah ditemukan di toko besi sekitar kita.

Hidroponik skala rumahan untuk menanam selada, pak choy, sawi, melon, seledri, daun bawang, dan untuk konsumsi keluarga sehari-hari.

Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara memberikan pupuk atau nutrisi semua sayuran tersebut, mengingat dalam satu sistem, satu tandon, dan satu pompa, ada beberapa jenis sayuran berbeda dan berbeda pula umurnya.

Menurut pakar hidroponik Yos Sutiyoso, Ngarah aman dan bisa menghidupkan bermacam kultivar, maka sebaiknya digunakan haanya satu formula, dengan satu EC, yaitu 2.0 mS, berada dalam zona aman, dan jauh dari kemungkinan keracunan. Volume pemberian harus cukup besar, misalnya 2 l/menit/talang. Kombinasi EC yang tinggi, dengan volume pemberian yang besar, bisa menjamin produksi yang cukup tinggi, untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Mengenai pH, sebaiknya menggunakan pH 6,0, mengingat kisaran yang lebar adalah antara pH 5,5 dan 6,5, sehingga risiko terpental dari zona aman, jauh sekali. Biasanya lebih sering kita harus menurunkan pH, yang berarti kita harus sedia asam kuat, dan pilihan biasanya dijatuhkan pada asam nitrat dan asam phosphat. Untuk kemudahan, kadang digunakan asam sulfat, mengingat asam itu sering kita dapati dengan mudah di SBPU, pompa bensin, dalam botol plastik transparan merah.


Menurut pengalaman saya sendiri, paling mudah memang menggunakan PVC seperti foto di atas. Ketika listrik PLN Non aktif, masih ada cadangan air dalam PVC. Saya pun pernah pergi meninggalkan kebun selama 5 hari, tanpa pompa nyala. Hasilnya pun tetap bagus, pulang-pulang sayur sudah terlihat semakin besar saja.

Ketika melon dalam sistem saya mulai berbuah, saya pernah meningkatkan sampai EC 3.0 mS. Melon tumbuh besar dan manis, sayuran daun pun masih aman. Nah....selamat mencoba yaa.
Share:

Rabu, 27 April 2016

Membuat Pestisida Alami dari Jeruk Nipis 2


Bahan-bahan : 
1. 20 lembar daun jeruk nipis yang sudah ditumbuk.
2. 5 buah jeruk nipis yang sudah diperas.
3. 3 sendok makan molase.
4. 4 liter air bersih, dan
5. 2 sendok EM4 ( mikroorganisme aktif ).

Caranya,
campurkan bahan-bahan diatas, campur menjadi satu kemudian diaduk sekitar 4-5 menit sehigga nantinya menjadi larutan yang homogen. Selanjutnya masukkan semua larutan ke dalam wadah tertutup dan biarkan ter fermentasi selama 4-5 hari.
Cara pengaplikasian kepada daun atau buah yaitu : untuk pemakaian 2 sendok makan pestisida alami ini maka larutan dicampurkan dengan menggunakan 1 liter air. Selanjutnya pestisida alama ini sudah bisa digunakan untuk menyemprotkan pada buah yang berukuran pentil agar dapat mengusir lalat buah.

Demikian cara membuat pestisida alami seperti yang dicontohkan oleh azzamrumahherbal.com. semoga bermanfaat, dan terus berjuang menanam sayuran sehat!




Ikuti kami untuk tips dan agrobisnis seputar hidroponik 

Share:

Membuat Pestisida Alami dari Jeruk Nipis


Sahabat Hidrafarm, siapa yang tidak kenal jeruk nipis? Tahukan Anda ternyata jeruk nipis mempunyai khasiat yang dapat dijadikan sebagai Pestisida alami.

Khususnya untuk mengusir lalat buah yang menyerang buah / daun pada tanaman kesayangan kita. Dengan kata lain, jeruk napis dapat dijadikan pestisida untuk mencegah serangan hama leaf minner.

Bagi anda penghobi menanam secara hidroponik pasti sering mengalami buah-buahan yang kita tanam rusak, busuk dan tidak jarang hingga menyebabkan kematian pada tananam kesayangan kita ini. Ternyata faktor itu dapat disebabkan oleh lalat, lalat yang menghinggap di daun tanaman akan meletakan belatung telur yang menyebabkan tanaman kita rusak.

Terus, bagaimana cara untuk mengatasi hama lalat tersebut? Salah satunya dengan menggunakan pestisida alami yaitu dengan menggunakan jeruk nipis, silahkan simak ulasan berikut ini:


Ikuti kami untuk tips dan agrobisnis seputar hidroponik 
Share:

Kunjungi Halaman Kami

Cari Blog Ini

Blogroll

Like Us on Facebook

Trending now