Berkebun di mana saja

Kamis, 21 Januari 2016

5 Langkah Jitu Semai Benih dengan Cepat dan Mudah

Pada kesempatan kali ini, saya ingin menulis pengalaman saya tentang menyemai. Tentunya anda ada yang sudah menyemai tetapi hasilnya kurang bagus. Sudah bisa menyemai, tetapi tidak semua biji tumbuh menjadi tunas.

Nah! Pada kesempatan kali ini, ada langkah jitu agar semaian anda bisa tumbuh dengan cepat dan rata.

1. Rendamlah benih
Tahap pertama sebuah biji untuk tumbuh adalah biji menyerap air dalam jumlah yang banyak, sehingga inti tunas akan mulai tumbuh. Rendamlah biji/benih di dalam air selama kurang lebih 4 jam. Untuk biji yang susah tumbuh, seperti strawberry, seledri, parsley, bisa direndam menggunakan air garam atau air dengan bawang merah. Caranya dapat anda baca pada artikel Agar Cepat Muncul Tunas Menggunakan Bawang Merah.
2. Gunakan media yang baik
Media tanam yang baik digunakan adalah media tanam yang mampu menyerap air dan mampu menyimpannya dalam waktu lama. Beberapa jenis media tanam yang sering digunakan adalah rockwool, hidroton, arang sekam, dan cocopeat. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang rockwool saja, karena dialah yang paling mudah dan simpel.

Setelah biji direndam, masukkan biji ke dalam kubus rockwool yang telah dipotong dadu, lalu basahi dengan air.
3. Tempatkan pada NFT terbuka
Setelah semai, benih memerlukan kondisi yang lembab namun tidak terlalu basah. Kondisi yang lembab mempercepat tumbuhnya tunas, namun jika terlalu basah dan benih terendam air, yang terjadi adalah menjadi busuk dan tidak akan muncul tunas sama sekali.
Gunakan NFT terbuka, seperti gambar di bawah ini. Untuk sistem NFT nya anda bisa baca lebih lanjut pada artikel NFT (Nutrient Film Techniques).


4. Gunakan lampu saat malam
Cahaya merupakan faktor terpenting fotosintesis tanaman. Siang hari Allah SWT telah memberikan cahaya matahari untuk tumbuhan. Namun untuk mempercepat pertumbuhannya lagi, anda bisa menambah lama penyinaran dengan cahaya lampu. Saya menggunakan lampu neon LED yang 9 watt saja, biar ngirit listriknya.

Saya membandingkan dengan yang tanpa penyinaran malam hari, hasilnya pertumbuhan tunas lebih cepat dengan lampu. Selisihnya adalah sekitar 2 mm (tinggi tanaman) per/malam. Saya coba pada tanaman selada di daerah Cilacap yang panas, suhu siang 34°C, suhu malam 28°C, ketinggian permukaan tanah 20m DPL.
5. Jangan percaya saya
Ya benar! Ini hasil penelitian saya sendiri. Anda tidak boleh percaya begitu saja. Anda harus mencobanya sendiri dan berani berinovasi. Setiap tanaman akan berbeda pertumbuhannya, dan bergantung pada banyak faktor. Intensitas cahaya, kelembaban, jenis benih, kualitas air, dan tentu saja setiap orang punya gaya menanam sendiri.

Selamat mencoba sobat hidroponik, tetap bersemangat ya! Semoga karya kita bisa membantu Indonesia menjadi negara yang mandiri.


Share:

Minggu, 22 November 2015

Tentukan Jenis Lampu yang Sesuai untuk Berkebun Hidroponik

Tentukan Jenis Lampu yang Sesuai untuk Berkebun Hidroponik -Dalam menanam hidroponik salah satu hal yang perlu diperhatikan selain media, pupuk bibit, adalah cahaya. Cahaya memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Contohnya pada musim hujan yang minim akan cahaya matahari, menanam dengan hidroponik tentunya diruang tertutup. Sehingga cahaya yang masuk ruanganpun berkurang dan tentunya berpengaruh pada pertumbuhan tanaman.


Lampu yang digunakan untuk berkebun umunya bervariasi. mudali dari lampu neon hingga lampu yang terbaru yakni menggunakan lampu le ed. Namun tahukah anda berapa kebutuhan cahaya pada tanaman? Jumlah cahaya yang diperlukan umumnya dinyatakan dalam watt, supaya mudah dimengerti. Yaitu 15-20 watt bagi tiap 1.000 sentimeter persegi permukaan medium tanam dalam pot. Tetapi tanaman hidroponik tidak perlu diterangi siang malam terus – menerus selama 24 jam. Tanaman tempat teduh seperti suplir pakis kawat, dan beberapa jenis anggrek hanya perlu penyinaran selama 12 jam saja (misalkan dari jam 07 pagi sampai jam 07 malam wita). Tanaman yang biasanya tumbuh  di tempat terbuka, hanya perlu  penyinaran 16 jam. Sesudah itu tanaman tersebut  perlu suasana gelap.



Beberapa pun yang diperlukan, baik lama mapun tidak, sebenarnya yang penting bukan berapa maksimalnya, tetapi berapa minimalnya yang mutlak diperlukan, supaya tanaman tidak merana. saat musim-musim hujan biasanya intensitas cahaya bisa saja menjadi kurang karena mendung atau hujan sehingga tanaman muda / benih tidak bisa mendapatkan cukup sinar matahari hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan kurus ( Etiolasi)

Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat gelap namun kondisi tumbuhan lemah batang tidak kokoh, daun kecil dan tumbuhan tampak pucat. Gejala etiolasi terjadi karena ketiadaan atau kekurangan cahaya. Kloroplas yang tidak terkena matahari disebut etioplas. Kadar etioplas yang terlalu banyak menyebabkan tumbuhan menguning sehingga hormon auksin meningkat maka terjadilah Etiolasi. Untuk menjaga hal tersebut bisa kita lakukan dgn cara menambahkan lampu di dalam ruangan dan sebaliknya, menggunakan lampu yg cukup kuat untuk proses fotosintesis.

Bisa dipahami bukan betapa pentingnya cahaya dalam pertumbuhan tanaman. Selain itu juga anda bisa memperkirakan kurang lebih berapa lama tanaman memerlukan cahaya, jumlah cerahnya cahaya dan jenis lampu apa yang bisa digunakan.Sekian tulisan dari kamu jangan lupa memberikan masukan  dan saran dengan berkomentar. Untuk artikel kami yang lain silahkan kunjungi Cara Memilih Pupuk AB-Mix Sesuai Kebutuhan
Share:

Jumat, 20 November 2015

Cara Memilih Pupuk AB-Mix Sesuai Kebutuhan

Cara Memilih Pupuk AB-Mix Sesuai Kebutuhan  - Setelah membahas terkait media hidroponik untuk pemula yang ekonomis dan mudah didapat, kini masih terkait tingkat pemula yakni bagaimana cara memilih pupuk AB-Mix yang tepat, mudah sehingga orang yang baru mengenal dengan hidroponik langsung dapat mengerti dan paham tentang bagai mana cara memilih nutrisi AB-Mix yang sesuai. Karena pusing bila harus menghitung dan menyusaikan takaran yang tepat y kan :D .


Nutrisi AB-Mix hidroponik ini merupakan pupuk siap pakai khusus hidroponik yang mengadung semua unsur hara baik makro dan mikro yang sangat diperlukan oleh tanaman hidroponik (walopun bisa digunakan untuk konvesional). Pupuk tersebut diformulasi secara khusus sesuai dengan jenis tanaman dan fase pertumbuhan tanaman. Nutrisi hidroponik ada khusus untuk berbagai jenis tanaman seperti tanaman khusus daun, atau buah seperti nutrisi tomat, cabe, melon, dan lain-lain. 
Pada dasarnya pupuk-pupuk hidroponik yang berbentuk AB mix rata-rata bahan baku penyusunnya hampir sama. Intinya pasti di bagian A isinya kalsium dan bagian B isinya sulfat dan pospat. Kurang lebih kebanyakan yang beredar untuk umum seperti itu. Walaupun terdapat pupuk yang khusus hidroponik untuk tingkat lanjutan seperti untuk  penyemaian sendiri, untuk pertumbuhan juga ada sendiri.

Contoh perbedaanya dapat dilihat dari warna, misalnya bila warna kehijau-hijauan, berarti memakai Librel BMX sebagai sumber pupuk mikronya. Jika berwarna kebiruan berarti memakai CuSO4 sebagai sumber pupuk tembaganya. Jika larutan berwarna merah berarti sumber Fe memakai Fe HEEDTA. Jika berwarna kuning memakai Fe EDTA.


Setelah mengerti tentang AB-Mix itu apa berikut tips memilih pupuk AB-Mix :
Tips Memilih Pupuk Hidroponik
  • Apapun pupuk yang dipilih, pastikan pupuk AB Mix Hidroponik tidak menghasilkan endapan yang banyak, karena artinya bahan baku yang dalam pupuk itu kualitasnya jelek. Harus 95-100% larut dalam air

  • Pilihlah merk pupuk yang dikenal luas, biasanya pemakainya cukup banyak. Jadi bisa sharing pengalaman dengan pengguna pupuk yang sama

  • Jika masih pemula, jangan beli pupuk organik hidroponik. Organik memerlukan dekomposer yang akan menyebabkan inkonsistensi larutan nutrisi anda dan hasilnya juga pasti tidak bisa dipastikan. Organik kedengarannya bagus didengar, tetapi tidak untuk awal dalam memulai hidroponik. Mungkin sebaiknya anda gunakan setelah anda lebih berpengalaman di hidroponik

  • Sesuaikan jenis pupuk untuk jenis tanaman. Jika anda menanam sayuran daun anda bisa menggunakan pupuk vegetatif, pupuk khusus lettuce, atau pupuk sayur daun umum. Jika anda menanam tanaman berbuah gunakan pupuk khusus generatif, seperti pupuk tomat, melon, cabai. Sesuaikan saja dengan tanaman yang ingin anda tanam 
Sekian beberapa tips dari kami tentna gmemilih pupuk AB-mix untuk yang baru menggeluti hidroponik, Untuk kemajuan bersama silahkan tinggalkan komentar, share dan diskusikan karena hidroponik itu tidak ada habisnya dan selalu berkembang. Bila banyak kekurangan dari artikel ini kami mohon maaf. Artikel kami yang lain Hidroponik Murah dan Sederhana untuk Pemula.
Share:

Kamis, 19 November 2015

Hidroponik Murah dan Sederhana yang Cocok untuk Pemula

Menanam memerlukan media sehingga kita perlu idea kreatif, hidroponik  salah satunya.  Halaman dan tanah yang terbatas yang awalnya membuat kita enggan untuk memanfaatkanya. Tapi dengan media hidroponik tentunya dapat melawan keterbatasan dan membuat kita lebih kreatif, sehingga tidak enggan agi untuk memanfaat lahan yang terbatas tersebut.

Hidroponik adalah metoda menanam tanaman sayuran dan buah dengan menggunakan media air tanpa menggunakan tanah. Mungkin terdengar asing untuk beberapa orang  tetapi beberapa tanaman hidroponik bisa kita tanam di rumah dengan cara hidroponik sederhana. Sebelum memulai menanam dengan hidroponik sederhana. Langkah yang harus disiapkan baiknya mulai dari nutrisi hidroponik atau pupuk hidroponiknya terlebih dahulu. Nutrisi hidroponik penting untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman hidroponik. Nutrisi ini bisa dibuat sendiri dengan mencampur bahan kimia tertentu atau jika ingin praktis cukup beli di toko pertanian maupun beli secara online di internet Seperti pupuk AB MIX. Selain pupuk benih juga berpengaruh, oleh karean itu pilihlah Benih Unggulan. Walaupun lingkungan juga berpengaruh.

Untuk lebih mempermudahnya dalam memberikan pemahaman berikut ini beberapa gambar tanaman hidroponik dengan menggunakan cara sederhana hidroponik untuk pemula dan mudah diaplikasikan dirumah. Caranya dengan menggunakan alat-alat yang bisa kita temui di rumah atau sekeliling rumah, bahkan bisa memakai barang bekas.



Gambar dan photo beberapa di atas hanya sekedar contoh. Baiknya untuk pemula, jangan mudah menyerah bila gagal usahakan mampu berinovasi dan berkreasi agar hasil yang ditanam menjadi maksimal. Aritkel diatas semoga bisa menjadi inspirasi dan penyemangat anda dalam menanam hidroponik di rumah, karena selain memiliki manfaat dari bertanaman kita juga bisa ambil sisi estetika dan keindahan di rumah kita. Untuk hidroponik tingkat lanjutan jangan lupa baca artikel kami terkait tanya jawab NFT:Perlukah Pompa Dinyalakan 24 Jam.
Share:

Jumat, 13 November 2015

NFT ; Perlukah Pompa Irigasi Dinyalakan 24 Jam Non Stop?

Salam dan semoga pagi ini merupaka awal yang baik untuk memulai dan melanjutkan proyek Hidroponik kita. Semoga semakin hari, ilmu kita semakin baik. Karena kita memang dituntut untuk mencari ilmu terus dan memanfatkannya untuk kepentingan manusia semua.

Pada kesempatan kali ini hidrafarm ingin menyampaikan topik tentang Hidroponik dengan NFT, dimana NFT ini menggunakan system irigasi dinamis dan reversible (diputar balik). Sistem ini menggunakan pompa untuk memutar air nutrisi dari tandon ke gully. Pertanyaan yang sering muncul adalah “Apakah pompa air dinyalakan terus atau tidak?”. Jawaban pertanyaan ini tentunya sangat berkaitan dengan efisiensi penggunaan listrik.

Jawaban dari pertanyaan tersebut biasanya ada 3 versi. Pertama, beberpa pemilik NFT menyalakan pompanya hanya pada siang hari. Kedua, pompa diyalakan sepanjang siang dan malam tanpa henti. Ketiga, pompa menggunakan sistem otomatis (timer digital) untuk menyalakan dan mematikan dengan durasi yang diinginkan. Dari ketiga versi jawaban tersebut, mari kita urai masing-masing jawaban.

Jawaban pertama, pompa dinyalakan hanya pada siang hari. Jika menggunakan pompa dengan kapasitas 3.000 liter / jam, maka akan menghabiskan daya sekitar 60 watt / jam. Kalau kita hitung lagi, setiap bulan ( 30 hari ) akan mengonsumsi listrik sebesar 21,6 kWh, yang setara dengan Rp 9.000 untuk pasca bayar dan Rp 13.000 untuk pra bayar (tarif listrik rumah 900 watt Januari 2015).


Jawaban kedua, pompa dinyalakan full 24 jam non stop. Tentunya konsumsi listrik untuk ini menjadi 2 kali lipat dari jawaban yang pertama. Ya! Menjadi Rp 26.000 tiap bulannya. Untuk pemakaian pompa 24 jam non stop memang memerlukan biaya operasional yang cukup besar. Perlu perhitungan dan kejelian untuk membuat rak NFT. Paling tidak NFT yang dibuat  bisa untuk mengairi sebanyak 190 sampai 200 lubang tanam.

Jawaban ketiga, pompa dinyalakan dengan system otomatis. Pompa disambungkan dengan timer digital pada power supply-nya. Kemudian diatur durasi nyala dan matinya selama 24 jam. Tentunya durasi nyala pada siang hari lebih lama dibandingkan dengan malam hari. Dengan cara ini, penggunaan daya listrik lebih rendah, dan air nutrisi bisa dialirkan siang dan malam. Mengingat tanaman juga perlu waktu tidur atau istirahat pada malam hari, tentunya jawaban yang paling bijak adalah jawaban yang ketiga ini.


Demikian sahabat hidrafarm, semoga kita selalu belajar dari kesalahan kita. Sukses berkebun Hidroponik ya!

Share:

Minggu, 08 November 2015

Nutrisi yang Tepat untuk Sayuran Buah

Salam sobat hidroponik di seluruh Indonesia! Masuk bulan November 2015 ini hujan mulai membasahi permukaan bumi tanah air tercinta. Sobat bisa menggunakan air hujan untuk mengisi penampungan air hidroponik, karena air hujan di Indonesia mempunyai derajat keasaman 5,6. Angka yang bagus untuk melarutkan nutrisi dan mengalirkannya ke akar-akar tanaman.
Pada kesempatan ini hidrafarm akan menyampaikan bagaimana sebaiknya pemberian nutrisi tanaman, khususnya untuk sayuran buah. Seperti manusia, nutrisi untuk balita, anak-anak, remaja, dan orang tua memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Berbeda dari segi komposisi dan juga jumlahnya.

Tanaman tumbuh makin lama makin besar, dan pertumbuhannya semakin cepat. Pemupukan hendaknya juga mengikuti pertumbuhan tanaman, supaya semua kebutuhannya dapat terpenuhi, produksi tinggi, hasil panen berkualitas, harga jual tinggi, menempati market share yang unggul.
Sayuran buah, misalnya tomat, ketimun, terong, mengalami 3 masa pertumbuhan, yaitu : persemaian, masa vegetatif/pertumbuhan, dan masa generatif/pembungaan & pembuahan. Formula pupuk hidroponik A-B mix-nya, menurut teori, seyogyanya berbeda untuk masing-masing fase.


Dalam prakteknya, kebun hanya satu blok, satu instalasi NFT, satu tandon/reservoir larutan pupuk, satu sistem irigasi, sehingga tidak memungkinkan membuat 3 sistem sebagaimana disyaratkan. Maka "di-mainkan"-lah EC, electro conductivity, dan dipilih angka yang bisa "all round" melayani ketiga sistem, tanpa "melukai" ketiga anggota sistem tersebut. Dipilihlah angka EC 2,5 mS/cm, yang sebenarnya "makanan orang tua", tetapi menurut pengalaman masih ditolerir oleh persemaian atau tanaman yuvenil/kecil,muda. Dengan dalih : "Lebih baik si anak kecil diberi makanan orang tua, daripada kakek-nenek diberi makanan anak kecil, lalu tidak beranak!".
Akhirnya tercapailah suatu stadia kerja, di mana persemaian, tanaman kecil baru pindah tanam, tanaman yang sedang tumbuh pesat, tanaman yang mulai beralih dari masa vegetatif ke generatif, atau sedang berbuah lebat, semuanya hanya memakai satu formula generatif saja, dengan satu ukuran kepekatan saja, yaitu dengan EC 2 1/2 mS/cm. Titik! Pada awalnya memang ketar-ketir, apakah tanaman akan phytotoxic, atau tidak? Terbukti : Tidak! Kemudian hal itu menjadi SOP, standard operating procedure dan kebiasaan, hingga sekarang, tanpa pernah mengalami kegagalan secuilpun.
(sumber : yos sutiyoso)

Nah! demikian sobat hidroponik. Cara yang paling mudah untuk memberikan nutrisi untuk tanaman dengan 3 fase, adalah dengan memberikan nutrisi berlebih dalam satu blok NFT. Tanaman semai, vegetatif, dan generatif akan mengambil yang mereka butuhkan saja. Selamat mencoba!


Share:

Inilah Resiko dan Keuntungan Hidroponik Tanpa Greenhouse

Salam sahabat hidroponik se-Indonesia, semoga kita semakin baik mengolah sayuran dengan hidroponik. Sadar atau tidak, ketika semakin banyak orang menanam sayuran hidroponik di kebun mereka sendiri, mereka ikut andil dalam memajukan pertumbuhan ekonomi tanah air tercinta ini. Semakin banyak orang memproduksi makanan mereka sendiri, harga-harga sayuran holtikultura di pasar-pasar tradisional maupun pasar modern dapat ditekan. Semoga Allah memberikan kemudahan ekonomi tanah air kita tercinta ini.
Sering muncul pertanyaan oleh pecinta dan pe-hobi hhidroponik, apakah perlu menggunakan greenhouse untuk naungan/atap, ataukah hal itu tidak perlu digunakan. Sebelum kita jawab perlu ataukah tidak perlu menggunakan greenhouse, mari kita cari tahu resiko dan keuntungan masing-masing.

Keuntungan hidroponik tanpa atap/ greenhouse
Murah! Ya tentu saja, ketika kita menanam tanpa greenhouse kita bisa memangkas biaya pembuatan greenhouse. Mengingat mahalnya dan sulitnya konstruksi greenhouse yang beratapkan plastik UV, maka pembuatan greenhouse yang terbuka atasnya dan beratapkan langit, banyak dilakukan untuk menghemat biaya investasi. Jadi pada lahan yang tersedia dibuatlah instalasi produksi dengan atap yang terbuka. Dengan demikian pembiayaan hanya tersangkut instalasi produksi saja, tanpa ada pengeluaran untuk membuat bangunan greenhouse-nya.
Resiko hidroponik tanpa atap/ greenhouse
Di lain fihak, timbullah beberapa risiko yang harus dihadapi, yang mungkin timbul, tetapi mungkin pula tidak! Banyak teman-teman pecinta hidroponik meng-upload foto-foto di dalam dan di luar negeri, di mana gully produksi berbaris rapih, dilakukan pada lahan terbuka tanpa ada peneduhan sedikit pun, tetapi terlihat pertanamannya mulus-mulus saja.

1. Intensitas cahaya yang tinggi mempengaruhi tanaman
Dengan tiada beratap, matahari di siang hari, di musim kemarau yang cerah, mungkin intensitasnya cahayanya mencapai 10.000 foot candles (atau 110.000 lux), akan merusak semua hormon tumbuh di tanaman, sehingga pertumbuhan akan stagnant, tidak bergerak. Jika derajat pertumbuhan = 0, maka tanaman tidak akan berpenampilan “robust”, gagah, melainkan kerdil dan tidak layak tampil! Dengan intensitas penyinaran yang tinggi, lettuce sering menjadi “getir”, pahit, terutama batangnya. Bagian tengah pucuk tajuk menjadi bagian yang paling pahit, dan menimbulkan penolakan oleh konsumen.

Intensitas matahari yang tinggi rupa-rupanya merangsang pembentukan “alkaloid” yang tersa getir itu. Intensitas cahaya matahari yang intens, ditambah “exposure time” yang lama, menyebabkan lettuce berwarna hijau tua, sedangkan seyogyanya lettuce bernuansa hijau muda! Kecuali Romaine lettuce, yang memang berwarna hijau gelap. Dengan mengurangi asupan unsur hara Mg sebagai inti chlorophyl, bisa dihasilkan lettuce yang tidak terlampau hijau warnanya.
Intensitas cahaya matahari yang tinggi menyebabkan proses foto-sintesa asimilasi karbohidrat berjalan sangat tegas, sehingga terjadi karbohidrat banyak sekali, dan menyebabkan rasio C/N (karbohidrat/protein) sangat besar, dan tanaman cepat beralih ke fase generatif, dan menghasilkan tangkai bunga, disebut “bolting”, dan menurunkan harga penawaran di supermarket.

2. Resiko hama tanaman
Hujan yang sering membasahi daun, menyebabkan lettuce peka terhadap penyakit cendawan Cercospora, penyakit cendawan mata kodok, “frog eye disease”, menyebabkan lettuce tidak layak tampil, dan layak jual. Dengan meningkatkan asupan unsur hara Ca, P, K, Mg, dan mengurangi amonium, serangan ini bisa diperlunak.
Beda tempat, beda pula serangan hama dan jenisnya. Terkadang di suatu tempat menanam hidroponik tidak menemukan kendala serangan hama yang merepotkan, tetapi banyak pula daerah yang perlu penanganan khusus karena serangannya yang hebat. Hal yang perlu diperhatikan jika tidak menggunakan naungan hidroponik adalah jeli dan teliti terhadap serangan hama. Ketika terdeteksi ada serangan hama, segera dilakukan penanganan , bisa juga dilakukan tindakan preventif sebelum hama menyerang, kita bisa menggunakan perangkap hama dan pengusir hama.

3. Sistem irigasi saat hujan
Hidroponik tanpa naungan greenhouse menggunakan irigasi dengan gully, biasanya menggunakan talang atau pipa PVC, dimana terdapat lubang tanam yang menghadap ke atas. Lubang yang menghadap langit inilah akan menampung air hujan ketika turun. Hujan merupakan rahmat Allah yang diturunkan dari langit.
Pemantauan tingkat keasaman air hujan (pH) di Indonesia dilakukan di 35 (tiga puluh lima) stasiun. Pengambilan sampel menggunakan metode Wet Deposition dan Wet & Dry Deposition dengan alat Automatic Rain Water Sampler (ARWS). Analisis sampel air hujan dilakukan di laboratorium kualitas udara BMKG dengan menggunakan alat ion chromatograph.
Pada bulan Nopember 2012, jumlah sampel air hujan yang diterima di Laboratorium Kualitas Udara berasal dari 31 (Tiga Puluh Satu) stasiun pengamatan hujan di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat keasaman (pH) air hujan di 27 kota berada dibawah Nilai Ambang Batas (NAB) pH air hujan normal sebesar 5,6. Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan yang turun di 27 (dua puluh tujuh) kota tersebut bersifat asam.
Sumber http://sumurairhujan.blogspot.co.id


Hujan yang turun di tanah air kita memiliki pH normal 5,6. pH ini sangat baik untuk menanam dengan hidroponik, karena pada kondisi ini nutrisi tanaman mudah diserap tanaman untuk tumbuh. Namun resikonya adalah ketika hujan air yang masuk gully akan masuk juga ke penampungan yang sudah berisi nutrisi. Karena air bertambah, kadar nutrisi jadi menurun. Perlu dibuatkan sistem irigasi yang mengatur aliran air saat hujan dan irigasi saat tidak hujan.

Keuntungan hidroponik dengan greenhouse
Bagaimana keuntungan hidroponik dengan greenhouse? Tentu saja kebalikan dari resiko ketika kita menggunakan tanpa naungan. Dengan greenhouse, masalah intensitas cahaya akan terkurangi oleh plastik UV. Masalah hama penyakit akan berkurang, karena greenhouse menutup akses masuk hama terbang maupun hama dari tanah. Masalah air hujan, greenhouse menahan air hujan dan tidak masuk ke penampungan.

Resiko hidroponik dengan greenhouse
Ya! Sudah tentu dengan greenhouse memerlukan investasi yang lebih besar, karena perlu membangun konstruksi dan menutupnya dengan plastik UV.

Kesimpulan dari pertanyaan apakah perlu menggunakan greenhouse atau tidak? Jawabannya adalah tergantung pada anda sendiri. Ketika anda memilih menggunakan greenhouse, anda harus siap dengan resiko biaya investasi yang tinggi. Sebaliknya, ketika anda memilih tanpa greenhouse, anda harus selalu mengurangi resiko-resiko tanaman tanpa greenhouse. Anda perlu menaruh gully di dekat pohon untuk mengurangi intensitas cahaya, perlu segera menindaklanjuti serangan hama, dan juga mengatur irigasi saat hujan turun.
Demikian sobat hidroponik, semoga informasi ini membantu menambah wawasan anda. Selamat berhidroponik dan mari kita menjadi manusia mandiri dan mampu memproduksi sesuatu yang bermanfaat.
Share:

Selasa, 13 Oktober 2015

Kebutuhan Cahaya Matahari untuk Tanaman



Intensitas cahaya adalah banyaknya energi yang diterima oleh suatu tanaman per satuan luas dan per satuan waktu (kal/cm2/hari). Pengertian intensitas disini sudah termasuk didalamnya lama penyinaran, yaitu lama matahari bersinar dalam satu hari, karena satuan waktunya menggunakan hari. Besarnya intensitas cahaya yang diterima oleh tanaman tidak sama utuk setiap tempat dan waktu, karena tergantung :
  1. Jarak antara matahari dan bumi, misalnya pada pagi dan sore hari intensitasnya lebih rendah dari pada siang hari karena jarak matahari lebih jauh. Juga di daerah sub tropis, intensitasnya lebih rendah dibanding daerah tropis. Demikian pula di puncak gunung intensitasnya (1,75 g.kal/cm2/menit) lebih tinggi dari pada di dataran rendah (di atas permukaan laut = 1,50 g.kal /cm2/menit)
  2. Tergantung pada musim, misalnya pada musim hujan intensitasnya lebih rendah karena radiasi matahari yang jatuh sebagian diserap awan, sedangkan pada musim kemarau pada umumnya sedikit awan sehingga intensitasnya lebih tinggi.
  3. Letak geografis, sebagai contoh daerah di lereng gunung sebelah utara/selatan berbeda dengan lereng sebelah timur/barat. Pada daerah tanaman menerima sinar matahari lebih sedikit dari pada sebelah utara/selatan karena lama penyinarannya lebih pendek disebabkan terhalang oleh gunung. Bahkan lereng sebelah barat dan timur itu sendiri juga sering terdapat perbedaan terutama pada musim hujan. Hal ini disebabkan karena musim hujan biasanya banyak sore hari sehingga lebih banyak awan dibanding pagi hari, akibatnya lereng sebelah barat yang baru meneroma sinar matahari sore hari akan mendapatkan radiasi dengan intensitas yang sangat rendah.
Pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman sejauh mana berhubungan erat dengan proses fotosintesis. Dalam proses ini energi cahaya diperlukan untuk berlangsungnya penyatuan CO2 dan air untuk membentuk karbohidrat. Semakin besar juml;ah energi yang tersedia akan memperbesar jumlah hasil fotosintesis sampai dengan optimum (maksimum). Untuk menghasilkan berat kering yang maksimal, tanaman memerlukan intensitas cahaya penuh. Namun demikian intensitas cahaya yang sampai pada permukaan kanopi tanaman sangat bervariasi, hal ini merupakan salah satu sebab potensi produksi tanaman aktual belum diketahui. Besarnya kuat cahaya yang mengenai bidang sasaran ada yang menyatakan dengan satuan foot candle (ft-c) dari Inggris. Ft-c menggambarkan kuat penyinaran yang dipancarkan oleh satu lilin standar yang mengenai permukaan bidang sasaran seluas 1 square foot (= 928,088 cm2) pada radius penyinaran 12 inchi (= 30,48 cm). Dalam praktik sehari-hari cahaya bulan diperkirakan mempunyai kuat cahaya 0,05 ft-c, sinar untuk membaca besarnya 20 ft-c, sedangkan untuk proses fotosintesis minimal antara 100-200 ft-c.

Penelitian pada tanaman tomat di Michigan, USA menunjukkan bahwa persentase berat basah, berat kering dan produksinya mempunyai korelasi yang erat dengan intensitas radiasi matahari.  Hasil percobaannya tertera pada tabel di bawah ini:
Pengaruh Intensitas Cahaya pada Tanaman Tomat.
Perlakuan
Jumlah cahaya yg diterima (%)
Rata2 intensitas harian (foot candle)
Produksi
buah
(Pound)
Kandungan hijau daun
Efisiensi
Tanaman menerima cahaya MH penuh
100
1140
65
Tinggi
Tinggi
Tanaman yg dilindungi satu lapis kain tipis
50
583
51
Agak tinggi
Cukup tinggi
Tanaman di bawah 2 lapis kain tipis
25
261
32
Rendah
Rendah

Sumber : http://pertanian.uns.ac.id 
Share:

Rabu, 05 Agustus 2015

Cara Pemupukan Sederhana untuk Hidroponik

Sebuah sistem hidroponik tidak menggunakan tanah, meskipun mungkin bisa menggunakan media inert lain untuk memberikan dukungan fisik untuk tanaman. Media dukungan yang biasa digunakan antara lain pelet tanah liat, kerikil, rockwool, arang sekam atau perlit. Media ini dapat memberikan tanaman tempat untuk tumbuh tetapi tidak bisa memasok nutrisi. Tanaman dalam sistem hidroponik harus mendapatkan apa yang mereka butuhkan dari air. Untuk memberikan nutrisi perlu diperhatikan beberapa faktor, yaitu makro nutrisi dan mikronutrisi.


  1. Tuangkan 11 liter air ke dalam ember.
  2. Masukkan 6 sendok teh pupuk berkualitas tinggi ke dalam air, seperti pupuk NPK 20-20-20, yang memiliki 20 persen nitrogen, 20 persen fosfor dan 20 persen kalium. Pupuk juga harus berisi makro nutrisi dan mikro nutrisi. Kita dapat mengetahui kandungan pupuk dari labenya, apakah mengandung elemen seperti tembaga, seng dan molibdenum atau yang lainnya.
  3. Campur air dan pupuk bersama-sama sampai padatan benar-benar larut.Hancurkan setiap benjolan dengan jari atau sendok besar, karena tanaman tidak dapat menyerap nutrisi sampai semua padatan terlarut.
  4. Masukan campuran pupuk ke dalam sistem hidroponik untuk memberikan nutrisi pada tanaman.


Bahan dan Alat yang diperlukan:

  • Larut dalam air pupuk, mengandung nutrisi mikro dan makro
  • Sendok teh
  • Ember
  • Pengaduk

Nutrisi Hidroponik Lengkap

Tips

  • Di toko pertanian atau toko perlengkapan hidroponik, menjual berbagai formulasi yang berbeda untuk nutrisi tanaman hidroponik. Anda harus memilih pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Peringatan

  • Beberapa sistem hidroponik menggunakan pompa untuk memindahkan nutrisi melalui sistem. Jika larutan nutrisi Anda masih terdapat padatan yang belum larut di dalamnya, pompa mungkin akan tersumbat. Cara mengatasi masalah ini adalah menuangkan larutan melalui saringan dilapisi dengan beberapa lapisan kain tipis untuk menangkap padatan yang akan menyumbat sistem anda.
 
 
Share:

Jumat, 24 Juli 2015

Agar Cepat Muncul Akar dan Tunas, Pakai Ini ....



Hormon perangsang tumbuh atau zat pengatur tumbuh (ZPT) dalam konsentrasi rendah secara kualitatif mampu mendorong dan mengubah pertumbuhan dan perkembangan tanaman. ZPT secara alami dihasilkan oleh bagian tanaman yang masih muda seperti ujung batang atau ujung akar. Namun, hormon-hormon atau ZPT ini terdapat dalam jumlah yang sedikit pada tanaman.
Dalam rangka memacu pertumbuhan akar dan tunas yang lebih cepat, pemberian hormon-hormon pengatur tumbuh dianjurkan untuk tanaman. Hal ini berlaku pula pada tanaman yang diperbanyak dengan cara vegetatif seperti stek dan cangkok. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pertumbuhan tunas dan akar dengan metode stek atau cangkok memang relatif lama.

Kandungan ZPT Alami dalam Bawang Merah

Tiap tanaman sebenarnya memiliki hormon perangsang akar alami yaitu Rhizokalin dan Kaulin untuk pertumbuhan tunas namun karena terdapat jumlah yang terbatas perlu diberi ZPT tambahan. Sebenarnya Anda dapat dengan mudah membeli ZPT sintetis dari toko-toko pertanian tapi tak ada salahnya Anda membuat ZPT alami sendiri. Salah satunya dengan memanfaatkan umbi bawang merah (Allium cepa).
Umbi bawang merah mengandung Allicin, vitamin B1 (Thiamin) untuk pertumbuhan tunas, riboflavin untuk pertumbuhan tanaman, dan mengandung zpt auksin dan rhizokalin yang dapat merangsang pertumbuhan akar. Thiamin dengan Allicin akan membentuk ikatan allithiamin yang mudah diserap oleh sel tumbuhan dan membentuk efek fisiologis dalam pertumbuhan tunas dan daun. Auksin memacu protein tertentu yang dapat mengaktifkan enzim untuk menginisiasi pemanjangan sel tumbuhan. Auksin diproduksi di jaringan meristem batang dan akan disebarkan ke seburuh bagian tanaman mulai dari atas hingga titik tumbuh akar.
Penelitian yang dilakukan oleh Dede Ahmad, et.al., 2014 dari UPI Bandung menunjukkan bahwa terhadap tanaman krisan yang telah diberi ekstrak bawang merah pada stek batangnya muncul akar rata-rata sebanyak 20 buah setelah 10 hari penanaman di media. Rata-rata jumlah akar yang sama diperoleh dengan pemberian ZPT sintetis. Sedangkan pada stek krisan yang tidak diberi ekstrak bawang merah dan ZPT sintetis jumlah akar rata-rata 14 buah. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak akar bawang merah memiliki kemampuan yang sama dengan ZPT sintetis dalam merangsang pembentukan akar.
Biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat ekstrak bawang merah ini juga tergolong murah. Anda pun dapat lebih berhemat. Sebagai informasi, 100 gram bawang putih dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp. 2.000,- hingga Rp. 3.000,-. Sedang hormon perangsang akar sintetis seberat 100 gram dijual dengan harga Rp. 20.000, hingga Rp. 35.000,-. Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu sesuai harga pasar.
Tanaman yang termasuk golongan famili Liliaceae dan genus Allium ini juga memiliki manfaat sebagai penyembuh penyakit demam, batuk, dan sebagai perlindungan terhadap sel kanker (1-3,5 ons bawang segar dikonsumsi secara teratur).

Pembuatan Ekstrak Bawang Merah

Umbi bawang merah sebanyak 1 kg dikupas kulitnya dan dibersihkan, kemudian dihaluskan menggunakan blender sampai berbentuk bubur. Bubur kemudian disaring sehingga diperoleh 250 ml ekstrak bawang merah. Stek yang telah dipotong selanjutnya direndam dalam ekstrak umbi bawang merah selama 6-7 jam. Atau bisa juga dengan mengoleskannya pada bagian tanaman yang diharapkan tumbuh akar.
Anda juga bisa mencoba formula lain yaitu 6-10 buah bawang merah dihaluskan lalu dilarutkan dalam 1 liter air. Rendam stek batang pada larutan ini kurang lebih 6-12 jam. Pada larutan bawang merah dapat ditambahkan bawang putih sebagai anti fungisida (anti jamur) dengan konsentrasi 50% dari konsentrasi bawang merah.
Bawang merah juga dapat disemprotkan pada tanaman untuk pertumbuhan tunas dan daun dengan cara melarutkan 200 ml – 400 ml ekstrak bawang merah dalam 5 liter air. Formula ini juga bisa dipraktekkan pada tanaman anggrek. Tanaman dibiarkan tanpa air selama 1 minggu (jangan disiram) kemudian siram/semprot seluruh bagian tanaman dan media dengan larutan bawang merah 2 kali pada satu hari saja. Selanjutnya pemberian air larutan bawang merah dilakukan 1 kali setiap 2-3 kali seminggu.
Selamat mencoba, semoga berhasil.
Share:

Kamis, 23 Juli 2015

Tips Memilih Sistem Hidroponik untuk Pemula

Langkah pertama untuk membangun taman hidroponik adalah memilih sebuah sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan termasuk berapa banyak ruang yang Anda miliki, apa yang Anda ingin tumbuhkan dan berapa banyak, biaya, dan berapa banyak waktu Anda harus menghabiskan mempertahankan sistem hidroponik tersebut.
Sistem paling direkomendasikan untuk pemula adalah Wick dan Water Culture. Semua sistem ini dapat dibangun dengan mudah dan dapat dibeli perlengkapannya baik secara online atau di toko hidroponik.


Wick Sistem paling mudah dan paling sederhana untuk dibuat, karena tidak ada bagian yang bergerak. Sistem ini berisi reservoir diisi dengan air dan nutrisi dan di atas itu, wadah diisi dengan media tumbuh.
Dua wadah yang terhubung oleh sumbu. Sumbu menyerap nutrisi dari wadah bagian bawah dan mengalirkan ke wadah atas melalui serapan kapiler. Sistem ini sangat bagus untuk belajar dasar-dasar, tetapi mungkin tidak bekerja dengan baik dengan tanaman besar atau tanaman lapar air seperti selada, karena sumbu tidak dapat menyediakan air yang cukup cepat. Sistem ini bekerja sangat baik dengan  tanaman herbal, dan paprika.

Sistem hidroponik yang lain adalah Water Culture. Sistem yang sangat sederhana untuk dibuat. Dalam sistem ini, tanaman ditempatkan dalam sebuah platform Styrofoam yang mengambang tepat di atas wadah air. Pompa udara (aerator) ditambahkan ke reservoir untuk memberikan oksigen ke akar. Sistem ini cocok untuk tanaman lapar air seperti selada, kangkung, caisim, pak choi, tetapi tidak untuk lebih tanaman jangka panjang seperti tomat. 

Memilih tanaman yang akan ditanam.


Hampir setiap tanaman dapat ditanam secara hidroponik, tapi untuk pemula yang terbaik adalah memulai dari yang kecil. Pilihan terbaik adalah bumbu dan sayuran yang tumbuh cepat, membutuhkan sedikit perawatan, dan tidak memiliki berbagai macam kebutuhan nutrisi. Anda harus menumbuhkan tanaman dengan cepat, sehingga Anda dapat menilai seberapa baik kerja sistem Anda. Tanaman yang mudah perawatannya, memudahkan pemula karena memungkinkan untuk fokus belajar tentang sistem hidroponik yang telah dibuat. Setelah sukses, bisa dilanjutkan menanam sayuran seperti tomat yang lama panennya. Jika Anda ingin menanam berbagai tanaman, penting untuk memastikan bahwa tanaman tersebut serupa dalam kebutuhan gizi mereka, sehingga mereka tumbuh bersama dengan baik. 
http://hidroponikstore.com/

Tanaman untuk pemula
     Sayuran hijau seperti selada, bayam, caisim, pak choi, dan kailan.
     Herbal seperti kemangi, peterseli, oregano, ketumbar dan mint.
     tomat
     stroberi
     Paprika
Share:

Minggu, 31 Mei 2015

Cara Semai Benih dengan Cepat dan Mudah

Pada kesempatan ini, hidrafarm akan memberikan tips cara semai benih dengan cepat dan mudah. Bagaimana caranya? Mari kita lihat galeri berikut!



Siapkan rockwool 1/4 slab, alat tusuk, beberapa benih, gergaji, dan air.

Gunakan alat tusuk masal, agar dapat membuat lubang dalam waktu yang singkat. Bisa anda buat sendiri dengan papan dan pasak/ paku.
Potong bagian samping rockwool dengan ketebalan 2 cm - 3 cm, sesuaikan dengan kebutuhan.

Baringkan potongan rockwool dan mulailah membuat tusukan.

Setelah itu, alat tusuk diangkat, dan hasilnya rockwool dengan banyak lubang.

Masukkan benih ke dalam lubang yang telah dibuat.

Setelah semua lubang terisi dengan benih, basahi rockwol sampai benar-benar basah.

Dan, kita tunggu sampai benih muncul dari dam lubang.

Jika anda menggunakan rockwool 1/4 slab (25 x 15 x 7,5) cm^3, dan irisan rockwool dibuat setebal 2 cm, akan didapat 7 potong rockwool. Jika setiap potong dapat diberi 30 tusukan, maka untuk rockwool 1/4 slab bisa untuk 210 lubang tanam, dan untuk rockwool 1 slab bisa untuk 840 lubang tanaman.
http://hidroponikstore.com/wp-content/uploads/2015/02/rockwool.jpg



Share:

Minggu, 03 Mei 2015

Floating Hydroponic ( Hidroponik Rakit Apung)


Metode ini dikembangkan oleh Jensen (1980) di Arizona dan Massantini (1976) Italy. Floating hidroponic system (FHS) merupakan budidaya sayuran pada lubang styrofoam (gabus) yang mengapung di atas permukaan larutan nutrisi dalam suatu bak penampung.

Pada sistem ini, larutan nutrisi tidak disirkulasikan, tetapi dibiarkan pada bak penampung dan dapat digunakan lagi dengan cara mengontrol kepekatan larutan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini perlu dilakukan karena akan terjadi pengkristalan dan pengendapan nutrisi di dasar kolam dalam jangka waktu yang cukup lamasehingga dapat mengganggu pertumbuhan sayuran. Sistem ini dapat digunakan untuk daerah yang sumber energi listriknya terbatas karena energi yang dibutuhkan tidak terlalu tergantung pada energi listrik.

Kelebihan
  • Tanaman mendapat suplai air dan nutrisi secara terus-menerus.
  • Lebih menghemat air dan nutrisi.
  • Mempermudah perawatan.
  • Membutuhkan biaya yang cukup murah.

Kekurangan
  • Oksigen akan susah didapatkan tanaman tanpa bantuan alat aerator.
  • Akar tanaman akan lebih rentan terjadi pembusukan.
Share:

Kunjungi Halaman Kami

Cari Blog Ini

Blogroll

Like Us on Facebook

Trending now